Spesifikasi Tari Baladewan Dalam Pertunjukan Lengger Calung Banyumasan

Suhariyanto, Suhariyanto (1995) Spesifikasi Tari Baladewan Dalam Pertunjukan Lengger Calung Banyumasan. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (11MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (32MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Tari Baladewan me rupakan salah satu j e nis t ari keraky at an yang b er kemban g d i d aera h Ba nyumas d~ se kitarnya. Tari Baladewan juga merupakan tari ke rakyatan yang digemari masyarakat Banyumas, bahkan sampai sekarang masih tetap dilestarikan . Berbicara tentang tari Baladewan, maka tidak akan terlepas dengan kesenian Lengger Calung Banyumasan, karena tari Baladewan termasuk salah satu bagian penting dalam - struktur pertunjukan Lengger Calung secara keseluruhan . Kesenian Lengger Calung sebagai produk kebudayaan diciptakan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik maupun jasmani, namun juga berkaitan dengan latar belakang ritus atau kepercayaan pendukungnya. Bagi masyarakat Banyumas sebagai pelaku budaya, mereka menggunakan kese�nian Lengger Calung sebagai sarana upacara kesuburan dan berbagai kegiatan adat yang lain, seperti pesta perka�winan, khitanan, bersih desa dan lain-lain. Ungkapan kesuburan nampak pada joged Lenggernya yang ngibing bersama badhut atau penonton. Sedangkan ucapan syukur ke�pada Tuhan Yang Haha Esa diekspresikan lewat babak penutup yaitu tari Baladewan . v Pementasan Lengger Calung sebagai sarana upacara kesuburan dan hiburan biasanya dilaksanakan senalam suntuk yang terbagi menjadi ell'lpat babak, Lengger yang dilanjutkan bancer yaitu ialah 1. Joged ngibing bersaiDa Lengger, 2. Badhutan. 3. Kuda Calung, 4. Baladewan sebagai penutup dari pertunjukan Lengger Calung. Setiap babak dalam pertunjukan Lengger Calung ne - miliki bentuk tersendiri, namun di sini hanya akan dipaparkan babak akhir dari pertunjukan Langger Calung yai tu tar i Baladewar., karena penel it ian ini manekankan pada kajian "Spesifikasi Tari Baladewan Dalaa Pertunjukan Lengger Calung BanYUBasan". Tari Baladewan belum diketahui dengan pasti awal terciptanya, yang jelas tari itu lahir setalah adanya kesenian Langger sekitar tahun 1830 di daerah eks karesidenan Banyumas 1 kabupatan akibat Banjarnagara. dari tuntutan tepatnya di Bilungan, Klanpok, Tari Baladewan lahir sebagai masyarahat pandukungnya agar pertunjukan lebih manarik, membangkitkan suasana dan sebagai tanda bahwa pertunjukan Lengger Calung akan barakhir. Kahadiran tari Baladewan dalam kasenian Lengger Calung ilempunyai makna tersendiri bagi ilasyarakat pandukungnjra. Tari Baladewan merupakan suatu bentuk tari putra yang dala~, pelaksanaan pertunjukannya selalu dilakukan oleh penari putri atau Lengger dengan alasan agar vi tariannya lebih menarik . Pengertian menarik di sini mengandung beberapa kemungkinan sebagai berikut : 1. Yang dianggap senior. 2. Yang dianggap terbaik atau primadona. 3. Mempunyai kelebihan yang berhubungan dengan kekuatan supranatural. 4. Masih muda, cantik dan tariannya paling indah dan bagus. 5. Karena seorang wanita dianggap mempunyai daya tarik tersendiri atau pemikat, khususnya bagi penon ton pria . Bentuk tari Baladewan dapat disejajarkan dengan ben - tuk kiprahan, tetapi dalam pelaksanaannya tanpa sabetan dan mempunyai kekhususan dalam hal gerak dan iringannya. Rasa gerak pada tari gaya Banyumasan, khususnya tari Baladewan hampir semua ragam gerak yang disusun mempunyai rasa gerak atas dengan sifat gerak tegas dan keras yang didukung penekanan iringan dan vokal. Iringan yang digunakan berupa gamelan Calung, yang merupakan gamelan khas daerah Banyumas. Kekhususan dalam iringannya juga terlihat dipakainya cempolo oleh pengendang untuk menabuh urung kendang sehingga akan menghasilkan bunyi kendang terasa lebih keras dan seolah-olah tarian tersebut juga diiringi keprak. Dengan perpaduan suara kendang dan suara yang dihasilkan dari benturan urung dengan cempolo, maka gerak-gerak tarinya terasa lebih man tap dibandingkan apabila tar ian itu hanya diiringi dengan suara kendang yang murni saja. Adapun tujuan dipakainya tari Baladewan sebagai penutup pada pertunjukan Lengger Calung antara lain: 1. Sebagai daya tarik atau pemikat penonton agar tetap menunggu dan berada di tempat pertunjukan 2. Usaha popularitas dan daya tarik bagi rombongan Lengger Calung Calung tersebut agar frekuensi tanggapan lebih banyak, 3. Hiburan segar dan merupakan kejutan, karena hampir semalam suntuk menikmati pertunjukan joged Lengger yang monoton, 4 . Sebagai tanda bahwa pertunjukan Lengger Calung akan berakhir. Pada awal eksistensinya tari Baladewan berfungsi sebagai penutup pementasan Lengger Calung, namun pada perkembangan selanjutnya tari Baladewan bisa lepas dari pertunjukan Lengger Calung apabila dibutuhkan untuk pentas yang sifatnya berdiri sendiri sebagai tari tunggal tanpa satu rangkaian dengan pertunjukan Lengger Calung. Namun apabila ada pertunjukan Lengger Calung, tari Baladewan wajib disajikan sebagai penutup atau tarian akhir. Karena tari Baladewan merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari pertunjukan Lengger Calung. Keberadaannya mengandung suatu maksud dan filsafat tersendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Suhariyanto, Suhariyantonim9210509011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSoedarso, R.B.nip
UNSPECIFIEDSupadma, Supadmanidn0006106206
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Spesifikasi Tari Baladewan Dalam Pertunjukan Lengger Calung Banyumasan
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 30 Jul 2026 08:15
Last Modified: 30 Jul 2026 08:15
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24968

Actions (login required)

View Item View Item