Sukiswati, Sukiswati (2000) Bentuk Pertunjukan Reyog Ponorogo Dalam Acara Malam Bulan Purnama di Kabupaten Ponorogo. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (31MB) | Request a copy |
Abstract
Reyog Ponorogo adalah salah satu kesenian rakyat yang berasal dari daerah Kabupalen Ponorogo, bahkan reyog telah menjadi idenlitas seni rakyat bagi masyarukat Ponorogo sendiri . Hal ini dikarenakan kesenian reyog telah menjadi bagian atau jati diri bagi Masyarakat Ponorogo, yang merasa memiliki keberadaan reyog sebagai salah satu aktivitas sosial. Salah satu bentuk rasa memiliki tersebut adalah dengan eara melestarikan kesenian Reyog Ponorogo. Hal ini dapal diwujudkan melalui pertunjukan yang dilaksakan rutin setiap bulan yang bertepatan dengan malam bulan purnama. Pertunjukan ini merupakan hasil binaan dari Dinas Pariwisata dengan maksud mengadakan penggalian kesenian reyog yang ada di wilayah Kabupaten Ponorogo. Reyog Ponorogo merupakan kesenian yang dalam pertunjukannya membawakan tema cerita, yaitu tentang perjalanan Klana Sewandana dalam melamar putri Kecliri. Beberapa aspek yang mendukung pertunjukan Reyog Ponorogo antara lain gerak tari, iringan, tata rias, tata busana dan tempat pertunjukan. Aspek-aspek tersebut merupakan satu kesatuan dalam pertunjukan Reyog Ponorogo. Pementasan Reyog Ponorogo khususnya dalam acara malam bulan purnama didukung oleh beberapa penari seperti 10 orang penari Warok, 2 orang penari Singabarong, I orang atau lebih penari Bujangganong, dan beberapa penari Jatilan. Pertunjukan rutin setiap malam bulan purnama ini tergolong seni pertunjukan kemasan yang dikelola oleh Dinas pariwisata. Sekalipun dalam bentuk kemasan pertunjukan tersebut clupat diprioritaskan secara utuh dengan durasi waktu 1 sampai 2 jam di hadapan masyarakat secara cuma-cuma atau gratis. Pertunjukan Reyog Ponorogo yang diadakan setiap malam bulan purnama dapat dibagi menjacli 3 bagian, yaitu bagian awal atau pengenalan, bagian tengah atau inti pertunjukan dan bagian akhir atau penutup. Ketiga bagian tersebut akan ditampilkan secara berurutan dari tari pengenalan , bagian inti hingga bagian akhir yang berisi tari iring-iringan Pertunjuknn Reyog Ponorogo setiap malam bulan purnama dapat dikategori kan sebagai seni tontonan atau hiburan. Dalam hal lain pertunjukan reyog ini juga berfungsi sebagai hiburan dalam penyambutan tamu dari luar kola, atau hiburan pada hari-hari besar nasional seperti HUT R I atau acara-acara lainnya. Kesenian Reyog Ponorogo merupakan simbol dari kota Ponorogo, dan pelestariannya adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakal. Pertunjukan reyog setiap malam bulan purnama adalah salah satu bentuk perhatian dari pel11erintah daerah dan masyarakat kota Ponorogo sendiri .
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bentuk pertunjukan, Reyog Ponorogo, Malam bulan purnama, Kabupaten Ponorogo | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 02:00 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 02:00 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24981 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
