Sunarto, Sunarto (1995) Tari Gema Nusantara Karya Bagong Kussudiardja Suatu Pengamatan Dimensi Politis. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (46MB) | Request a copy |
Abstract
Gema Nusantara adalah salah satu tar an karya Bagong Kussudiardja yang dipentaskan pertama kali pada tahun 1984, saat pembukaan Festival Film Indonesia di Yogyakarta. Secara koreografis tarian ini merupakan perpaduan unsur-unsur kekayaan tarian etnis di Indonesia sebagaimana tercermin dalam garapan gerak tari, rias busana dan iringan. Dibalik pementasan tarian Gema Nusantara sebagai salah satu acara FFI 1984 tampaknya memiliki muatan politis baik ditinjau dari tema maupun peristiwanya. Untuk melihat muatan politis yang terdapat dalam tari ini, maka harus diamati keseluruhan proses penyajian. Selain itu perlu diamati hal-hal yang melingkupi misalnya peristiwa nasional saat tari dipentaskan, lembaga pemesan, dan lembaga-Iembaga pendukung yang berkepentingan terhadap tari itu. Dengan mengamati keseluruhan aspek-aspek pendukung itu melalui dimensi politis, maka dapat diketemukan konstalasi seni tari (Gema Nusantara) dengan politik. Konstalasi atau hubungan dengan dimensi politik yai tu bahwa tarian ini merupakan pesanan dari pemerintah, yang sudah barang tentu mempunyai tujuan-tujuan politis. Tujuan politis itu menunjuk pada pesan-pesan yang disampaikan, terutama penekanan tentang nilai nilai ideologi dan nilai ke Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa. Selain tujuan politis ada juga sasaran poli tis, yakni para penonton. Penayangan langsung secara nasional lewat televisi memiliki dampak yang luas dan efektif, mengingat pesan-pesan yang disampaikan langsung diterima penonton. Ini berarti apresiasi masyarakat tentang nilai-nilai ideologi atau nilai persatuan kesatuan bangsa diharapkan meningkat, sehingga komunikasi antar etnis menjadi hal yang penting dalam menjaga wawasan nusantara. Helalui penayangan semacam itu upaya legitimasi pemerintah akan terwujud. Upaya legitimasi lewat pertunjukan ada sasaran yang hendak dibangun. Selain opini masyarakat terhadap pemerintah meliputi peran perhatian dan kepentingan. Ada sasaran lain yakni mengitegrasikan pola perilaku dan sikap ke dalam program politik ideologi (pemantapan dan penyadaran). Hubungan kemitraan antara pemerintah dan Padepokan Bagong Kussudiardja menghasilkan sejumlah produk karya seni. Salah satu produk karya seni antara Departemen Penerangan yang dalam hal ini diwakili Lembaga Dirjen RTF (Radio Televisi dan Film) dengan padepokan adalah tari Gema Nusantara. Untuk memahami fenomena yang terjadi akan dianalisis dengan acuan teori kelembagaan Raymond Williams, yakni lembaga budaya, isi budaya dan efek atau norma budaya. Disini tampak jelas bahwa bagaimana cara produksi seni tari dibentuk. lsi yang disampaikan jelas berkaitan dengan kepentingan lembaga itu, yang salah satunya memiliki muatan politis. Demikian juga efek atau norma budaya yang dimaksud, yakni bahwa apa yang dikomunikasikan dari dalam karya tari ini diharapkan adanya sikap positif masyarakat terhadap program-program pemerintah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tari Gema Nusantara, Bagong Kussudiardja, Pengamatan dimensi politis | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 03:29 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 03:29 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24995 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
