Bagus Putu Suparka, Ida (1997) Tari Baris Palang Rusak Dalam Upacara Mebagia Pula Kerti di Pura Tirta Empul, Tapaksiring Gianyar. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (13MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (59MB) | Request a copy |
Abstract
Pura Tirta Empul adalah salah satu tempat peribadatan masyarakat daerah Tampaksiring khususnya krama desa adat Hanukaya Let. Pura Tirta Empul banyak mengungkapkan nilai historis dan mitologi . Hal tersebut sangat diyakini oleh masyarakat penyungsungnya. Berdasarkan atas nilai historis dan mitologi itu. maka setiap bulan Oktober tepatnya purnamaning kapat, pangelong ping pisan, dise�lenggarakanlah upacara Hebagia Pula Kerti oleh masyarakat daerah Tampaksiring, khususnya krama desa adat Hanukaya Let setahun sekali. Upacara Hebagia Pula Kerti adalah yadnya dan persembahan yang utama (terbesar) dilaksanakan oleh masyara�katnya. Upacara tersebut merupakan perayaan kemenangan dharma melawan adharma serta sebagai hubungan timbal balik yaitu saat menerima dan saat memberi yang diyakini oleh masyarakatnya. Hal itu terjadi karena apa yang diterima berasal dari Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Haha Esa dan dihaturkan kembali kepada-Nya. Untuk menjalankan ajaran bhakti marga dan karma marga, maka masyarakat melakukan berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan tersebut, salah satunya adalah kegiatan ber�kesenian (seni tari wali yaitu tari Baris Upacara). Tari Baris Palang Rusak adalah salah satu jenis tari Baris Upacara yang hadir dan disajikan dalam upacara Mebagia Pula Kerti. Kehadirannya sebagai tari wali, di�lihat dari ciri internal dan ciri eksternal, serta dilihat dari segi fungsinya sebagai tari wali, yang membentengi jalannya upacara agar terhindar dari hal-hal yang dapat menghambat dan merintanginya. Tari Baris Palang Rusak sebagai tari wali, karena ia adalah persembahan yang suci, mewakili persembahan masyarakat dalam bidang seni tari, merupakan tanda atau legitimasi bahwa upacara yang diselenggarakan adalah utama (besar/sempurna) dan sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat berkaitan dengan upacara yang diselenggarakan .
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tari Baris Palang Rusak, Upacara Mebagia Pula Kerti, Pura Tirta Empul, Tapaksiring Gianyar | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 06:29 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 06:29 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/25020 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
