Bentuk Penyajian Tari Badut di Desa Giriyoso Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri

Suryani, Titik (1995) Bentuk Penyajian Tari Badut di Desa Giriyoso Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (28MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Tari Badut merupakan salah satu tarian rakyat yang tumbuh dan berkembang di desa Giriyoso . Desa ini terletak di daerah yang kurang lebih 30 km sebelah timur kota Wonogiri. Desa Giriyoso terdiri dari beberapa dusun, secara administratif desa Giriyoso berada di bawah pemerintahan kecamatan Jatipurno. Pengertian tari Badut suatu tarian yang dalam pementasannya memakai gerak dan dialog yang diungkapkan dengan lucu, di balik kelucuannya ada maksud-maksud tertentu untuk disampaikan kepada penonton . Sebagai jenis pertunjukan rakyat yang berkembang di lingkungan masyarakat pedesaan, sifat sederhana tercermin pada bentuk penyajian, misalnya gerak tari, iringan, tata pentas serta rias dan busana. Bentuk penyajian tari Badut didukung oleh 10 orang, 4 orang sebagai penari yang terdiri dari 2 penari laki- laki sebagai penari Badut dan 2 orang wanita sebagai penari Gambyong yang dinamakan Kembang Jeruk serta 6 orang pengiring. Gerak tari yang digunakan oleh penari Gambyong menggunakan ulap-ulap, atrap jamang, bercermin atau ' ngilo dan bedakan. Untuk gerak tari Kembang Jeruk sekaran yang digunakan sama dengan tari Gambyong ditambah dengan gerak kiprahan. Gerak tari Badut menggunakan gerak tari spontan atau kebebasan. Gerak tari ini sederhana sesuai dengan kemampuannya. Iringan tari Badut menggunakan beberapa instrumen gamelan yaitu: Kendang, Saran, Kethuk, Kenong, Bonang, Kempul serta Gong. Gendhing yang dipergunakan adalah ladrang Asmorondono, ladrang Singonebah, lancaran Bribil, ladrang Bedhat dan ladrang Blendrong. Rias dan busana yang dipakai dalam tari Gambyong dan Kembang Jeruk menggunakan rias cantik untuk memperjelas garis-garis wajah . Sedangkan busana yang dikenakan kain, kemben, sampur, setagen serta perhiasan kalung, gelang, jungkat, giwang dan cunduk mentul, untuk Kembang Jeruk ditambah jamang dan sumping. Busana penari Badut menggunakan kethu, iket, sabuk, sampur, celana, dan kelinting. Tempat pertunjukan dapat dilakukan di arena terbuka, misalnya di lapangan, di halaman dan di panggung. Waktu pementasan dapat dilaksanakan siang atau malam hari tergantung permintaan pemesan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Suryani, Titiknim9010398011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSuharto, Bennip
ContributorMartono, Hendronidn0027025902
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Bentuk penyajian, Tari Badut, Desa Giriyoso Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 31 Jul 2026 07:17
Last Modified: 31 Jul 2026 07:33
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/25030

Actions (login required)

View Item View Item