Dwi Suryati, Endah (1995) Dramatari Kethek Ogleng di Dusun Pule Desa Sidoharjo Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul Tinjauan Bentuk Penyajian. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (933kB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (22MB) | Request a copy |
Abstract
Dranatari Kethek Ogleng lahir dan berkembang dilingkungan masyarakat pedesaan, khususnya di dusun Pule Ngelo. Kehadirannya merupakan pencerminan ekspresi kolektif anggota masyarakat, baik sebagai sarana hiburan bersifat santapan estetis maupun sebagai media komunikasi yang berupa pesan-pesan moral dan meningkatkan solidaritas sosial. Dramatari Kethek Ogleng merupakan kesenian rakyat tradisional yang tumbuh dan berkembang pada tahun 1947 di dusun Pule Ngelo desa Sidoharjo Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul. Kenurut tradisi lisan Dranatari Kettiek Ogleng dirintis oleh Karso Kamin dengan tema percintaan . Sebagai jenis pertunjukan rakyat yang berkembang di lingkungan masyarakat pedesaan, sifat sederhana tercemin pada bentuk penyajian misalnya gerak tari, rias, busana , iringan dan tata teknik pentas. Berbicara tentang keberadaan Dranatari Kethe k Ogleng sebagai seni pertunjukan dihadapkan pada suatu kepentingan bahwa seni ini bagi masyarakat memiliki nilai fungsional. Dalam kedudukannya sebagai seni tanggapan biasanya untuk hiburan pada upacara perkawinan, khitanan, selapanan dan hari- hari besar Nasional. Meskipun digunakan dalam upacara adat, tetapi bukan merupakan bagian upacara tetapi hanya bersifat memeriahkan saja. Bentuk penyajian Dramatari Kethek Ogleng didukung oleh 12 orang penari putra, gerak tari yang digunakan disesuaikan dengan karateristik tokoh-tokohnya yang terdiri dari gerak tari putri digunakan oleh Endang Lara Tompe dan Kbok Randha, gerak tari putra halus digunakan oleh Panji Putra, gerak tari putra gagah digunakan oleh Raja dan prajurit-prajurit. Gerak-gerak tari cenderung sederhana sesuai dengan kemampuan kreativitas penciptanya hanya meneruskan bentuk yang sudah diwariskan pendahulunya. Cerita dalam Dramatari Kethek Ogleng diambil dari siklus Panji dengan tema percintaan. Dialog yang digunakan bahasa Jawa Krama maupun Jawa ngoko . rias yang dipakai realistik yaitu rias yang digunakan untuk memperjelas garis-garis wajah seperti mempertebal alis. godheg. mata dan pemakaian rouge. Rias ini digunakan oleh para tokoh seperti Sewandana, Panji Putra, Endang Lara Tompe, Prajurit dan sebagainya. Tempat pertunjukan berupa arena yang dapat memen - taskan pertunjukan dramatari tersebut, seperti pendapa, halaman rumah, panggung terbuka, tanah lapang atau balai dusun.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Dramatari, Kethek Ogleng, Dusun Pule,Tinjauan bentuk penyajian | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:00 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:06 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/25034 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
