Ogoh-Ogoh Sebagai Simbol Sifat Buruk Manusia

Hartadi, NIM. 0611821021 (2012) Ogoh-Ogoh Sebagai Simbol Sifat Buruk Manusia. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Ide penciptaan karya ini berasal dari ketertarikan penulis pada bentuk Ogoh­ ogoh. Karakter Ogoh-ogaoh yang beraneka ragam bentuk seram, maupun warna mengundang penulis untuk dijadikan karya grafis. Awal memilih Ogaoh-ogoh sebagai obyek berkarya berawal dari kejenuhan penulis dengan masalah politik, sosial, dan psikologis yang terjadi disekitar. Keadaan tersebut menimbulkan ketertarikan penulis untuk mengembangkan kreatifitas dalam berkarya dan memberikan pesan kepada panikmat seni pada karya yang telah dibuat. Pada proses berkarya Tugas akhir ini penulis memilih mengamati manusia yang mulai kehilangan eksistensi dan mengalami degradasi hati nurani, yang kemudian diujudkan penulis ke dalam bentu,k vusual Ogoh-ogoh. Sangat ironis manusia yang memiliki hati nurani berbuat dan beritngkah Iaku buruk seperti bentuk Ogoh-ogoh yang disimbolkan sebagai sifat buruk. Proses Tugas Akhir ini menjadi menarik karena penulis bebas mengungkapkan ide, bebas membuat karya sesuai apa yang dirasakan dan apa yang dilihat. Melalui pengamatan tersebut kemudian penulis membuat karya dengan meminjam bentuk Ogoh-ogoh sebagai implementasi tema tersebut. Manusia adalah tempat ketidaksempurnaan, hal itulah yang dirasakan penulis ketika dalam proses berkarya Tugas Akhir Im, selain terdapat kelebihan penulis juga mengakui adanya kekurangan dalam diri penulis. Ketika mulai berkarya dalam pertengahan proses pembuatan karya penulis mengalami banyak kendala terutama dari segi materi yang tidak sedikit untuk berkarya , Namun dari itulah penulis berjuang untuk menciptakan karya-karya dengan seoptimal mungkin pada karya - karya sebagai berikut : Prostitusi (Hardboard cut on canvas, 122 em x 150 em, 2012), Melawan Kebuasan (Hardboard cut on canvas, 95 em x 138 em, 2012), Melawan Korupto r (Hardboard cut on canvas, 122 em x 150 em, 2012), Lupa Tuhan (Hardboard cut on canvas, 90cmx121cm, 2012), Doktrin (Hardboard cut on canvas, 93 em x 123 em, 2012), Dari Didikan Yang Buruk (Hardboard cut on canvas, 93 em x 123 em, 2012), Tawur Agung (Hardboard cut on canvas, 122 em x 244 em, 2012). Belum selesai membuat karya penulis juga sempat kehabisan ide untuk menerapkan karya yang kreatif dan imajinatif, penulis tidak berhenti begitu saja dengan meneari-eari ide bentuk-bentuk yang kreatif melalui internet dan menggabungkan dengan permasalahan-permasalahan sosial yang ada pada lingkungan sekitar dan dari surat kabar. Ada juga karya-karya tidak optimal dikarenakan kekurangan dana saat proses berkarya berlangsung, faktor waktu yang sudah mendekati hari H yang sebelurnnya sudah ditargetkan ternyata meleset dari perkiraan, sehingga penulis tidak mampu mengimajinasikan ide dengan sempurna atau sesuai yang ada pada pikiran kebentuk karya 2 dimensi seni grafts murni. Tema ini dibuat ke dalam karya grafis secara imajinatif, bebas dan ilustratif. Hal ini memberikan beberapa jawaban sebagai kesimpulan dari pembuatan karya ini diantaranya : 1. Karya-karya ini dibuat dengan melakukan retrospeksi terhadap memori­ memori dan pengalaman. 2. Dalam menciptakan bentuk Ogoh-ogoh secara bebas menimbulkan kenikmatan dan keasyikan dalam berkarya, termasuk diantaranya dalam pewarnaan. 3. Penulis mengaggap tema yang ditekuni saat ini adalah terapi jiwa yang diakibatkan dari berbagai persoalandalam kehidupan sehari-hari. Meski tema-tema yang diangkat adalah Ogoh-ogoh yang menyimbolkan berbagai sifat buruk manusia, namun hal itu tidak berarti bahwa kehidupan manusia dilingkupi oleh sifat-sifat buruk. Sesungguhnya sifat baik dan buruk ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang. Dalam kehidupan, kadang kala sifat buruk mengendalikan kehidupan manusia, tetapi kadang kala sifat baik dapat memenangkan persaingan. Dengan demikian, manusia mampu atau tidak mengendalikan sifat-sifat buruk dan mengembangkan sifat baik dalam menjalani kehidupan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: Pracoyo, Wiwik Sri Wulandari
Uncontrolled Keywords: Ogoh-Ogoh, Sifat Buruk Manusia, seni grafis
Subjects: Seni Murni > Seni Grafis
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Grafis
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 26 Oct 2017 07:35
Last Modified: 26 Oct 2017 07:35
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2598

Actions (login required)

View Item View Item