Bentuk Dan Fungsi Pertunjukan Teater Tradisional Koa-Koayang Dusun Lamase Desa Renggeang Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat

Zamsinar, 0910566014 (2016) Bentuk Dan Fungsi Pertunjukan Teater Tradisional Koa-Koayang Dusun Lamase Desa Renggeang Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (975kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (936kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (804kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (871kB) | Preview
[img] Text
LAMP.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Jurnal Zamsinar.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Penelitian Tugas Akhir Bentuk dan Fungsi Pertunjukan Teater Tradisional Koa-Koayang Di Dusun Lamase Desa Renggeang Kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat ini mempergunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan karena mampu menggambarkan, menjelaskan dan membangun hubungan dari berbagai kategori yang ada. Dengan demikian analisis kualitatif data lapangan merupakan usaha penggalian yang mendalam secara sistematis dan intesif terhadap catatan lapangan, hasil wawancara atau dokumen sehingga mampu menjelaskan bentuk dan fungsi dari fenomena pertunjukan teater tradisional Koa-Koayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan teater tradisional Koa-Koayang sudah ada sejak zaman Belanda sekitar tahun 1920-1930an seperti yang diselenggarakan oleh kelompok Parrawana secara turun temurun. Bentuk penyajian pertunjukan Koa-Koayang sangat sederhana. Pertunjukan tidak memakai naskah karena sumber cerita dari: tasawuf, sejarah, dan sastra lisan dimana ketiga sumber cerita tersebut oleh masyarakat suku Mandar disebut dengan istilah Tedhe. Tedhe merupakan pokok pikiran (tema) yang ada di dalam sebuah penyajian cerita yang membingkai rangkaian peristiwa dimainkan dari awal hingga akhir pementasan. Tempat pertunjukan Koa-Koayang menyesuaikan kondisi pada saat pergelaran. Waktu pertunjukan Koa-Koayang menyesuaikan dapat sebentar maupun lama dari setelah isya hingga menjelang subuh atau semalam suntuk. Pemain inti pertunjukan ada 2-4 orang sebagai Koayang, Pemburu, Nelayan dan Warga, 5-8 lainnya pengiring musik Rawaan (rebana). Dialog dan bahasa dengan bahasanya khas Mandar. Tata busana tokoh Koayang menyerupai burung warna kuning hitam dengan menutup tubuh dan kepala, sayap warna kuning dan paruh panjang. Tokoh Pemburu, Nelayan, berkostum sederhana dengan memakai, baju biasa berwarna putih, celana panjang, sarung yang diselempang, dan topi hitam. Sedang Parrawana (pemain rebana) mengenakan busana keseharian, kemeja dan kaos, sarung dengan mengenakan peci hitam. Fungsi pertunjukan teater tradisional Koa-Koayang meliputi: fungsi sarana ritual, fungsi upacara, fungsi sarana media komunikasi, fungsi hiburan dan fungsi ekspresi seni Kata kunci: bentuk, fungsi, pertunjukan teater tradisional Koa-Koayang, dramaturgi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Dosen Pembimbing: 1. Nur Iswantoro 2. Sumpeno
Uncontrolled Keywords: bentuk, fungsi, pertunjukan teater tradisional Koa-Koayang, dramaturgi.
Subjects: Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 02 Nov 2017 04:48
Last Modified: 02 Nov 2017 04:48
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2636

Actions (login required)

View Item View Item