Bercermin Pada Lukisan Kaca

Akhmad Nizam, 0028087208 and Agung Wicaksono, 0010016906 (2014) Bercermin Pada Lukisan Kaca. Project Report. Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (798kB) | Preview
[img] Text
bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (691kB) | Request a copy
[img] Text
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (665kB) | Request a copy
[img] Text
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (677kB) | Request a copy
[img] Text
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
bab 6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (879kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
bab 7.pdf

Download (672kB) | Preview
[img] Text
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (932kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Judul penelitian ini dapat bermakna ganda, pertama berarti belajar dari nilai kearifan lokal lukisan kaca. Kedua, dapat diartikan betul-betul bercermin pada lukisan kaca. Penelitian awal menunjukkan terdapat beragam tema, seperti religi (kaligrafi, masjid, gereja, kisah Nabi, singa ajaib, (buroq), legenda (Joko Tarup, Syeh Dumbo, Untung Suropati, pengantin Loro Blonyo) dan bermacam-macam tema wayang. Sebenarnya lukisan kaca memiliki kedudukan yang penting dalam sejarah perkembangan seni rupa. Teknik melukis kaca dilakukan secara terbalik, yaitu dari belakang, inilah uniknya lukisan kaca. Bidang gambar sebelah kanan akan menjadi sebelah kiri, begitu juga sebaliknya. Warna pertama yang ditorehkan akan menjadi warna paling depan. Kualitas warna cat akan terlindungi permukaan kaca, sehingga tetap cemerlang dalam waktu yang lama. Lukisan kaca juga memiliki kelemahan, setelah 50-60 tahun cat akan mengelupas, karena cat hanya menempel dipermukaan. Kelemahan ini sebenarnya dapat diatasi dengan memberi lapisan cat pelindung dari belakang. Era 70-an lukisan kaca ini masih banyak menghiasi rumah tradisional Jawa, tetapi sekarang jarang sekali dijumpai. Masalah utama lukisan kaca adalah, mudah pecah dan sudah banyak yang rusak, atau dijual ke art shop karena alasan ekonomi, dan lukisan kaca dianggap sudah ketinggalan zaman. Melihat kondisi seperti ini, cukup relevan jika dilakukan penelitian yang bertujuan (1) untuk mengetahui, mengkaji dan mendeskripsikan agar dapat di reinterpretasi kembali (2) Menciptakan produk baru sebagai langkah kreatif untuk merevitalisasi seni lukis kaca dengan pendekatan wacana seni. Upaya revitalisasi ini dilakukan dengan merubah tampilan visual, dan menambah nilai fungsinya. Target khusus penelitian ini adalah menemukan metode atau teknik pembuatan lukisan kaca cermin. Melalui teknik pengikisan khusus cermin, lukisan kaca dapat dikembangkan dan dimunculkan kembali dengan fungsi yang berbeda, yaitu sebagai cermin (tidak hanya sekedar hiasan). Cermin modern dibuat dari kaca bening dengan memberi lapisan tipis aluminium disalut dengan kepingan kaca. Cara ini disebut "sepuh belakang" (back silvered) dan untuk melindungi lapisan tipis logam tersebut bagian belakang cermin diberi lapisan cat. Untuk dapat melukisi kaca cermin maka lapisan cat dan lapisan aluminiumnya harus dihilangkan terlebih dahulu. Penelitian ini direncanakan selama dua tahun. Tahun I, sudah diperoleh hasil penelitian berupa formula yang tepat untuk mengelupas cat dan mengikis lapisan pelindung cermin. Hasil exsplorasi awal mendapat temuan bahwa lapisan cat dapat dikelupas dengan bantuan remover, sedangkan lapisan kedua dapat dihilangkan dengan melarutkannya bersama zat asam. Senyawa hidrogen peroksida (H2O2) atau asam nitrat (HNO3) dengan H2O akan bereaksi mengikis lapisan aluminium dan perak nitrat. Hasil penelitian awal ini harus diperdalam lagi untuk mengetahui zat asam mana yang tepat dan aman serta berapa kadar kepekatan zat asam yang dibutuhkan, karena reaksi yang terlalu keras dapat mengikis bidang cermin yang sengaja ingin dibiarkan untuk berkaca. Pada tahun ini juga dilakukan dokumentasi, inventarisasi dan interpretasi seni lukis kaca. Metode penelitian tahap I adalah metode eksperimen dan survey (untuk meneliti reaksi logam Al dengan zat asam), diikuti pendekatan historis dan estetika (untuk mendeskripsikan dan interpretasi estetik).

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: lukisan kaca, revitalisasi, interpretasi, estetik
Subjects: Karya Dosen
Seni Murni > Seni Lukis
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Lukis
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 21 Dec 2017 07:23
Last Modified: 21 Dec 2017 07:23
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2829

Actions (login required)

View Item View Item