Motif Batik Pura Pakualaman Sebagai Referensi Penciptaan Perhiasan Perak Berbasis Kearifan Lokal

Alvi Lufiani, 19740430 199802 2 001 and Yulriawan, NIDN 0029076211 (2015) Motif Batik Pura Pakualaman Sebagai Referensi Penciptaan Perhiasan Perak Berbasis Kearifan Lokal. Project Report. Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (972kB) | Preview
[img] Text
bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (890kB) | Request a copy
[img] Text
bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (822kB) | Request a copy
[img] Text
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (813kB) | Request a copy
[img] Text
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
bab 7.pdf

Download (826kB) | Preview
[img] Text
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Keberadaan Batik dewasa ini bukan saja menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sendiri tetapi juga telah menjadi milik dunia. Hal ini telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2009 bahwa Batik Indonesia adalah Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).Kekayaan dan keanekaragam batik haruslah terus dijaga dan dilestarikan, karena batik menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia dimata internasional. Apalagi dikaitkan dengan keberadaannya di lingkungan Pura Pakualaman, tentu lebih memiliki arti yang sangat dalam. Batik di lingkungan Pakualaman memiliki ciri khas tersendiri. Motif-motifnya mempunyai warna, corak, dan gaya yang berbeda walau tetap mengacu pada Kraton Yogyakarta. Keberadaan batik di Pura Pakualaman masih belum terekspose dengan baik, hal ini disebabkan karena kurangnya referensi, data-data, dan penelitian yang membahas keberadaan batik-batik tersebut, sehingga dipandang perlu untuk diteliti dan dikenalkan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan motif-motif batik tersebut sebagai referensi dan sumber ide ke dalam pembuatan produk seni lainnya seperti perhiasan. Setidaknya ada dua pendekatan yang akan dipakai dalam menelaah kajian ini. Pertama adalah pendekatan sejarah seni dan estetika serta akan dibantu pula dengan analisis formalistik.Istilah pendekatan sejarah seni tidak dipakai untuk menelaah secara mendalam, tetapi hanya digunakan untuk melihat jejak keberadaan batik di lingkungan Pura Pakualaman. Sementara pendekatan estetika lebih melihat pada kenampakan visual produk batik dari aspek nilai keindahan, sedangkan pada proses pembuatannya akan menggunakan Practice Based Research. Dalam proses eksekusinya akan memakai metode Action Researchdengan melalui beberapa tahap seperti eksplorasi, eksperimen, dan perwujudan. Untuk menganalisis penelitian ini, digunakan analisis tekstual dan kontekstual. Diharapkan dari penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi pengembangan perhiasan yang lebih variatif dengan memanfaatkan sumber ide dan referensi motif-motif batik Pura Pakualaman sebagai bagian dari kearifan lokal untuk dapat lebih dikenal masyarakat umum dan turut serta melestarikan berbagai motif tersebut dalam bentuk karya perhiasan. Penelitian ini juga bertujuan untuk semakin meningkatkan kreativitas kelompok pengrajin perhiasan perak di Desa Pampang, Gunungkidul dan Kota Gede yang terlibat di dalamnya, utamanya dalam hal peningkatan desain.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan, Sumber Ide, Motif Batik, Pakualaman, Desain, Kearifan Lokal
Subjects: Karya Dosen
Kriya > Kriya Tekstil
Kriya > Batik dan fashion
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Tekstil
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 03 Jan 2018 08:08
Last Modified: 03 Jan 2018 08:08
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2858

Actions (login required)

View Item View Item