Imlek tanpa Tanjidor

Historia.id, Jum'at 16 Februari 2018 WIB (2018) Imlek tanpa Tanjidor. historia.

[img]
Preview
Text
Imlek tanpa Tanjidor.pdf

Download (103kB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Perayaan Imlek di Batavia selalu diramaikan oleh tanjidor. Setelah dilarang Walikota Sudiro, Imlek sepi tanpa tanjidor. keikutsertaan tanjidor dalam perayaan-perayaan orang Tionghoa berakhir ketika pada 1953 Walikota Jakarta Raya Sudiro melarang tanjidor mengamen pada perayaan Imlek hingga Capgome. Alasannya, ketika para pemain tanjidor mengamen untuk perayaan Imlek dan Capgome sama saja merendahkan derajat orang “pribumi”. Menurutnya, golongan “pribumi” seolah-olah mengemis kepada orang Tionghoa. Padahal, tulis James, sebagai orang Jawa Sudiro tidak banyak tahu bahwa beberapa pemain tanjidor adalah orang Betawi keturunan Tionghoa. Namun karena kulitnya coklat dan agamanya sudah Islam mereka tidak lagi terlihat seperti orang Tionghoa. Ditambah lagi, secara ekonomi para orang Betawi keturunan Tionghoa dalam grup tanjidor ini juga miskin dan tinggal di daerah pinggiran kota seperti Bekasi dan Tangerang. Karena sudah tidak memenuhi stereotip orang Tionghoa, alhasil mereka disangka “pribumi”.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: tanjidor, Imlek
Subjects: Kliping
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: susilo SW wati
Date Deposited: 02 Mar 2018 04:02
Last Modified: 02 Mar 2018 04:02
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/2985

Actions (login required)

View Item View Item