Mitologi Burung Phoenix Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis

Wiwik Setyawati, 0912042021 (2014) Mitologi Burung Phoenix Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi thesis, Seni Lukis ISI Yogyakarta.

[img] Text
BAB I Wiwik.pdf

Download (371kB)
[img] Text
BAB II Wiwik.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
BAB III Wiwik.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
BAB IV Wiwik.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text
BAB V Wiwik.pdf

Download (2MB)

Abstract

Mitologi Burung Phoenix merupakan prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, yang mengandung penafsiran tentang makhluk supranatural berwujud burung . Salah satu elemen dalam kehidupan yaitu unsur api yang mewakili burung Phoenix, sebagai simbolisasi kebangkitan kembali, mampu mempengaruhi imajinasi penulis. Mitologi yang tersebar dan berkembang di beberapa kebudayaan, menjadikan ragam visual dan narasi, hal itu memperkaya persoalan yang ingin diangkat ke dalam karya seni. Phoenix sebagai penjaga surga dan dewa matahari menjadi simbolisasi atas kemenangan kekuatan kebaikan melawan kejahatan, menciptakan bumi dan langit. Dalam kebudayaan Hindu terdapat kepercayaan adanya suatu burung Agni atau Vadavamukha yang berarti gunung berapi. Memaknai kebangkitan pada suatu peradaban yang telah hancur sebagai suatu rangkaian hukum alam yang memunculkan kehidupan baru setelahnya. Dalam imajinasi penulis, keberadaan makhluk burung mitologi ini seperti ada pada suatu zaman dimana terdapat kebudayaan yang gemilang dengan tekhnologi yang sangat canggih. Pusat pemerintahan yang megah dengan ilmu pengetahuan tinggi, sehingga manusia pada zaman itu mampu menciptakan makhluk-makhluk superior dengan cara rekayasa genetika untuk dimanfaatkan sebagai keperluan berpindah tempat Dalam kebentukan hasil seni rupa, dapat dibedakan antara Visual Form dan Aesthetic Structure. Yang pertama adalah benda seninya suatu eksistensi yang dapat dilihat, yang kedua adalah hasil pengamatan terhadap objek yang dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Distorsi bentuk diadopsi dari ragam budaya, sebagai wujud empati akan tradisi dan budaya yang harus didokumentasikan dalam karya seni lukis. Digambarkan dengan perpaduan gaya surealis dan ekspresif, guna mengkomunikasikan kepada khalayak umum

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Seni Murni > Seni Lukis
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Seni Murni > Seni Lukis
Depositing User: IH Nurcahyadi Nurcahyadi
Date Deposited: 21 Nov 2014 00:42
Last Modified: 21 Nov 2014 00:42
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/306

Actions (login required)

View Item View Item