Makna Mongot dalam Pepongoten Pada Prosesi Perkawinan Suku Gayo Kabupaten Aceh Tengah

Tria Ocktarizka, 1621005412 (2018) Makna Mongot dalam Pepongoten Pada Prosesi Perkawinan Suku Gayo Kabupaten Aceh Tengah. Masters thesis, PPS ISI Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Cover dan Daftar Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I Pendahuluan.pdf

Download (439kB) | Preview
[img] Text
BAB II Tinjauan Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (663kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III Metode Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (438kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V Penutup dan Daftar Pustaka.pdf

Download (512kB) | Preview
[img] Text
Naskah Publikasi Tria Ocktarizka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (883kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Bentuk lamentasi yang dilakukan oleh masyarakat suku Gayo ditujukan untuk upacara perkawinan. Masyarakat Gayo menyebut seni tutur tradisi yang bergaya lamentasi tersebut dengan nama pepongoten. Seiring pesatnya perkembangan islam di Aceh, pepongoten sudah tidak dilakukan dalam prosesi kematian karena hal tersebut bertentangan dalam ajaran dan norma Islam. Akan tetapi pepongoten sudah jarang ditemui di era modernisasi. Suku gayo sudah jarang menggunakan pepongoten dalam adat perkawinan. Kini pepongoten sudah dijadikan sebuah seni pertunjukan. Munculnya pepongoten dalam pentas pertunjukan memungkinkan adanya makna yang berbeda dari bentuk pepongoten. Sehingga menarik perhatian penulis untuk mengetahui makna dari dihadirkannya pepongoten tersebut dalam upacara perkawinan serta untuk melihat seberapa pentingkah hal tersebut dalam masyarakat Gayo. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori makna oleh Wendell Johnson. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh data yang relevan serta menjawab rumusan masalah. Hasil yang diperoleh dari lapangan adalah pepongoten sudah dianggap tidak terlalu penting dilaksanakan di dalam upacara perkawinan, hal tersebut ditandai dengan respon masyarakat yang mengatakan bahwa tidak mengapa jika hal tersebut tidak dilakukan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik)
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: IH Nurcahyadi Nurcahyadi
Date Deposited: 05 Nov 2018 06:43
Last Modified: 05 Nov 2018 06:43
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/3862

Actions (login required)

View Item View Item