Estetika Bentuk dan Makna Simbol Pada Elemen Interior Gereja Puhsarang Kediri

Agoestin Kemalawati, NIM : 1220696412 (2015) Estetika Bentuk dan Makna Simbol Pada Elemen Interior Gereja Puhsarang Kediri. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015-2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015-3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015-4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015-5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (677kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB VI Pages from TESIS-Agoestin Kemalawati-1220696412-2015-7.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Gereja Puhsarang, Kediri, Jawa Timur,dirancang oleh Henricus Maclaine Pont dan dibangun atas prakarsa Pastor H. Wolters C.M.pada tahun1936 hingga tahun1937.Gereja ini memiliki bentukunik sehingga menarik perhatin luas di Indonesia. Sebagian besar tulisan menyatakan bahwa Gereja Puhsarang adalahsebuah hasil inkulturasibudaya karena menghadirkan bentuk yang mengacu pada arsitekturMajapahit yang disatukan dengan gaya dari daerah lain di Indonesiadalam bingkaikonsep keimananKatolik. Pendapat dalam tulisan tersebut tidak sepenuhnya benar karena elemenEropa juga hadir pada arsitektur gereja ini, demikian juga pada interiornya. Hal inilah yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal di atas, ada beberapa masalah yang perlu dirumuskan dalam rangka penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakahestetika bentukarsitektur dan interior Gereja Pusharang?, (2) Apa makna simbol pada elemen interior Gereja Puhsarang ? Penelitian ini menggunakan pendekatan historis, inkulturasi budaya, estetika, dan ikonografi. Pendekatan historis akan menyangkut pembahasan tentang asal-usul bentuk gereja dan perkembangan fungsionalnya sejak didirikan hingga sekarang. Pendekatan inkulturasi budaya akan menyangkut pembahasantentang percampuran bentukpada Gereja Puhsarang beserta interiornya. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentukpada arsitektur dan interior Gereja Puhsarang, bagaimana bentuktersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas. Pendekatan ikonografi akanmenyangkut pembahasan tentang makna simbol yang terdapat pada Gereja Puhsarang melalui tiga tahap ikonografi, yaitu deskripsi pra-ikonografis, analisis ikonografis, dan interpretasi ikonologis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Gereja Puhsarang dan interiornya serta elemen pengisi ruang dan elemen hias di dalamnya tidak sepenuhnya dipengaruhi olehEstetikabentukyang berasal dari budaya Majapahit dan budaya tradisional tertentu di Indonesia (dalam hal ini pengaruh bangunan tradisional Batak Karo) tetapi juga dipengaruhi oleh Estetika bentuk dari budaya Eropa.Pengaruh budaya Eropa pada aspek arsitektur tampak pada penggunaan konstruksi besi yang menonjol pada bagian luar bangunan. Jika dilihat secara keseluruhan dari luar, tidak hanya bentuk atapnya saja yang dominan, tetapi juga bentuk konstruksi besinyadan hal ini tidak boleh dilupakan.Pengaruh budaya Eropa juga tampak pada interior gereja yang dindingnya menggunakan batu bata ini, seperti tampak padaelemen hias seperti Patung Maria dan Patung Yesus. Meskipun kedua patung ini dibuat dengan proporsi tubuh Indonesia, tetapi bentuk manusianya masih mengacubentuk manusiaEropa. Relief pada altar juga menampilkan bentuk singa yang digambarkan seperti cara orang Eropa membuat bentuk singa. Jelaslah bahwa bentuk arsitektur dan interior beserta elemen hias pada Gereja Puhsarang tidak hanya dipengaruhi oleh percampuran bentukyang berasal dari arsitektur Majapahit dan lokal tetapi juga dipengaruhi oleh bentuk Eropa.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: desain, interior, Gereja Puhsarang, inkulturasi budaya, arsitektur,estetika, ikonografi
Subjects: Disain > Disain Interior
Penciptaan dan pengkajian seni
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 29 Jun 2015 04:54
Last Modified: 29 Jun 2015 04:54
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/446

Actions (login required)

View Item View Item