ANALISIS STRUKTURAL SEBUAH METODE PENELITIAN TARI

Rina Martiara, NIDN. 0006036609 and Budi Astuti, NIDN. 0030126110 (2018) ANALISIS STRUKTURAL SEBUAH METODE PENELITIAN TARI. BP ISI Yogyakarta, Yogyakarta. ISBN 978-602-6509-22-2

[img] Text
Pages from GABUNG AKHIR FINAL full.pdf

Download (3MB)
[img] Text
GABUNG AKHIR FINAL full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id/

Abstract

Buku ini menjawab kebutuhan akan kurangnya pendekatan /metode/ cara menganalisis tari. Metode ini menjadi alternatif dalam mengupas tari secara teks yang nantinya akan melihat konteks tari secara keseluruhan. Ketika meneliti tari dalam paradigma teks dan konteks, maka pendekatan struktural dipandang penting agar interpretasi tidak semena-mena (abriter). Berdasarkan cara analisis Adrianne Kappler yang diterapkan oleh Ben Suharto konsep ini dirasa masih relevan untuk menganalisis tari secara teks. Analisis struktur tari –yang memandang tari sebagai sebuah ‘teks’-- pertama kali ditulis oleh Martin dan Pasovar (1961) yang menggunakan sejumlah pernyataan yang menguatkan hubungan antara morfologi dengan struktur. Selanjutnya Adrianne Kaeppler (1972) menganalisis struktur tari Tonga berdasarkan satu analogi linguistik, yang juga dilakukan oleh Ben Suharto dalam menganalisis tari Gambyong (1987). Kaeppler menitikberatkan analisisnya pada dua tataran atau unit dasar, yaitu tingkat dalam kategori linguistik yang menggunakan padanan fonem dan morfem dengan mengetengahkan istilah kinem dan morfokin. Dalam linguistik, bahasa dapat diurai pertama-tama dengan memecah notasi fonetik semua suara yang didengar. Hal ini dapat juga dilakukan oleh seorang penari yang memecah gerak dalam notasi kinetik (seperti notasi Laban) semua gerak tari yang dilihat (Ben Suharto,1987). Diawali dari memandang tari secara keseluruhan, struktur tari dapat dipilah ke dalam gugus, kalimat, frase, dan motif. Gugus gerak dalam tari disetarakan dengan paragraf dalam kalimat yang dapat dipilah berdasarkan iringan, adegan, ataupun cerita. Gugus gerak akan diperkecil menjadi kalimat gerak, phrase, dan motif. Sistem penganalisaan seperti ini disebut dengan analisis ‘etik’, yang membedakan gerak satu dengan lainnya dengan sistem yang bebas dan mengacu pada perbedaan gerak seperti apa adanya sesuai dengan perbedaan yang sesungguhnya. Di dalam analisis etik, pola-pola gerak secara fisik dijelaskan tanpa mengaitkan dengan fungsi gerak itu dalam sistem tari, sedangkan analisis dengan pendekatan ‘emik’ memperkaitkan hubungan fungsional secara penuh dengan menentukan satuan-satuan kontrastif sebagai dasar deskripsi (Harimurti,1980:41). Pada akhirnya analisis ini dapat menentukan gaya (style) dari tari secara keseluruhan.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: seni tari
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: agus tiawan AT
Date Deposited: 19 Jul 2019 04:16
Last Modified: 19 Jul 2019 04:16
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/4576

Actions (login required)

View Item View Item