Latar Belakang Penciptaan Tari Sebangbangan

Martiara, Rina (1995) Latar Belakang Penciptaan Tari Sebangbangan. Project Report. Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

[img] Text
Bab 1.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tari Sebangbangan adalah tarian yang menggambarkan percintaan antara sepasang muda-mudi yang akhirnya bersepakat untuk mengadakan sebangbangan. Secara harfiah kata sebangbangan berarti kawin lari. Pada masyarakat Lampung, kawin lari sering menjadi jalan ke luar dari ketatnya aturan adat yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan perkawinan yang dikenal dengan istilah denda adat sehingga sering kali menyebabkan biaya perkawinan yang harus dikeluarkan menjadi tidak sedikit. Perkawinan pada masyarakat Lampung merupakan siklus hidup yang paling penting dari seluruh rangkaian hidup yang dilalui seseorang di dalam hidupnya. Secara sosiologis mereka yang belum kawin dianggap belum dewasa, dalam arti hanya mereka yang telah menikah saja yang turut berperan dalam hal keputusan pada upacara-upacara adat serta boleh turut berbicara dalam urusan-urusan keluarga. Perkawinan bagi masyarakat Lampung disebut juga dengan peristiwa cakak pepadun atau naik tahta adat karena ia dianggap akan memimpin kekerabatan yang baru. Pemilihan tari Sebangbangan sebagai objek penelitian memiliki alasan karena secara umum dapat dikatakan bahwa tari pada masyarakat Lampung hampir selalu terkait dengan satu peristiwa adat. Seni pertunjukan pada masyarakat Lampung berkait erat antara gerak tari, musik, syair-syair dan pantun, dengan upacara adat yang diiringinya. Hal ini menyebabkan jarang ditemui tari yang berfungsi sebagai hiburan semata, walaupun tidak berarti lantas tidak ada sama sekali tari yang hanya berfungsi untuk itu. Tari Sebangbangan adalah satu contoh tari yang berfungsi hiburan yang biasanya dipentaskan pada upacara perkawinan.Hal ini dikarenakan walaupun ada tari yang berfungsi sebagai hiburan semata,namun sesungguhnya hampir dapat dikatakan, bahwa pada masyarakat Lampung hampir tidak pernah ada peristiwa yang bertujuan hanya menghadirkan tari semata. Umumnya tari baru akan hadir bersamaan dengan satu peristiwa adat yang diiringinya, apa pun fungsinya di dalam upacara itu. Baik sebagai pengesah, ataupun hanya sebagai hiburan semata. Berangkat dari permasalahan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengupas kelekatan nilai tradisi yang membangun sebuah tari dengan masyarakat pendukungnya. Pada tari Sebangbangan, walaupun ia hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi nilai-nilai tradisi (dalam hal ini tradisi sebangbangan) dianggap memberi inspirasi kepada sang seniman ketika mencipta tari itu. Pola-pola budaya begitu kuat terekspresikan yang mewarnai tari Sebangbangan dengan mencerminkan pola-pola hubungan pergaulan muda- mudi, pemilihan pasangan hidup, yang dilandasi oleh nilai harga diri masyarakatnya.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Tari Sebangbangan
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: jono JN jono
Date Deposited: 12 Sep 2019 06:44
Last Modified: 12 Sep 2019 06:44
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/4842

Actions (login required)

View Item View Item