Arisan Seni Pertunjukan Faset Sosikultural Di Kec. Soronngi Kabupaten Sumenep

Kusmayati, Hermien (1994) Arisan Seni Pertunjukan Faset Sosikultural Di Kec. Soronngi Kabupaten Sumenep. Project Report. Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

[img] Text
Bab 1.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (1MB)

Abstract

Arisan seni pertunjukan yang diselenggarakan di.keca­ matan Saronggi menyajikan sisi-sisi yang mencerminkan feno­nena sosiokultural masyarakatnya. Bagaim ana mereka agak menepikan hal-hal yang bersifat individual dan cenderung mengetengahkan kebersamaan tercermin antara lain dari pilihan pada bentuk-bentuk tontonan yang berupa kelompok. Di dalam bentuk kelompok ini tidak sedikit aspek penyajiannya yang juga dikemukan atau dilakukan secara berkelompok. Gerak-gerak tari banyak yang dilakukan bersama-sama dan memerlukan kerampakan serta kekompakan. Demikian pula de­ngan lagu-lagu yang disajikan. Lagu-lagu ini membutuhkan kebersamaan pula dalam mebawakannya.Hidup berkelompok dengan pimpinan di dalamnya diperlu­kan oleh mereka. Kehadiran syeh atau pimpinan dalam Samman menunjukkan keterkaitan fenomena itu. Hidup berkelompok dan bermasyarakat dengan berbagai aturan di dalamnya dilalui bersarna-sama dan membutuhkan pembicaraan yang disepakatkan bersama-sama pula. Kebutuhan berkomunikasi dan berinteraksi terpenuhi da­lamn arisan seni pertunjukan. Arisan dengan sajian seni pertunjukan di dalamnya merupakan salah satu wahana komunikasi dan interaksi.Arena pertunjukan arisan melebar menjadi arena pertemuan Untuk membicarakan kepentinga n-kepentingan di luar pertunjukan dan arisan . Dalam suatu pertemuan , masyarakat di sekitarnya yang bukan anggota kelompok itu pun diperkenankan turut menyak­ sikan tontonan yang ditampilkan. f•1ereka duduk di tanah tanpa atau dengan alas tikar dengan senang hati, atau bahkan ber­ diri. l\1ereka jug<3 sudah cukup puas dengan menyaksika nnya dari kejauhan di balJk pagar atau di sudut halaman di bawah pepohonan. Dengan penyelenggaraan kegiatan ini mereka turut memperoleh hiburan. Kadang-kadang mereka diijink n pula oleh penyelenggara u tuk ikut berpartisipasi menjadi pela ­ kunya khusus untuk Tayuban.Di luar Tayuban, teriakan-teri­ akan, tepukan tangan, siu'lan-siulan nakal sebagai perwuju d­ an akan adanya respons atau tanggapan penonto tidak dila­ rang. Densan demikian kesempata n berinteraksi dan berkomu­ n.ikasi tidak hanya te bul{a bagi sesama angg:ota arisan,..saja , etapi juga memberi peluang bag i masyarakat di luar arisan yang kebetulan sedang me :1yaksikan tontonannya .Kemungkinan interaksi dan komunika si antara anggota arisan dengan ma­ syarakat di luarnya bisa pula terjadi. Batas-batas antara anggota kelompok arisan dan masyarakat di luarnya pada saat ini hanyalah ditentukan oleh tempat. Tidak secara langsung proses alih generasi suatu ben­ tuk tontonan terjadi ketika pertem uan berlangsung.Suatu bentuk tontonan.yang sama akan terus menerus d isajikan se­ suai dengan ketentuan waktu yang telah disepakati oleh suatu kelompok. Selama itu para anggota yang berm ina t dapat mempelajari dan menerapkannya dalam pertemuan yang diadakan, akhirnya mampu membawakan dan bisa menggantikan tempat para

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Arisan Seni Pertunjukan,Faset Sosikultural,Sumenep
Subjects: Penciptaan dan pengkajian seni
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: jono JN jono
Date Deposited: 12 Sep 2019 07:21
Last Modified: 12 Sep 2019 07:21
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/4846

Actions (login required)

View Item View Item