Eksistensialisme Dalam Drama-Drama Iwan Simatupang (Sebuah Tinjauan Filsafat)

Murtiningsih, Sri (1994) Eksistensialisme Dalam Drama-Drama Iwan Simatupang (Sebuah Tinjauan Filsafat). Project Report. Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta.

[img] Text
Bab 1.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)

Abstract

Uraian seluruh hasil analisis dapat dipakai untuk melihat eksistensialisme dalam naskah drama Iwan Simatu­ pang yang banyak mengarah pada pemikiran filsof-filsof barat yang beraliran eksistensialisme terutama pada pe­ mikiran Sartre dan Albert Camus . Iwan juga memakai slogan Rene Descartes yang berbunyi "Cogito Ergo Sum " yang berarti "saya berpikir maka saya ada yang merupakan kesa­daran manusia. Namun dalam Bulan Bujur Sangkar istilah tersebut menjadi Cogito ergo yang diartikan aku membunuh oleh sebab itu aku ada. Latar belakang Iwan Simatupang m embe ri pengaruh terhadap karya-karyanya. Iwan telah banyak belajar tentang drama, antropologi filsafat dan sebagainya, dalam belajar filsafat Iwan banyak mengenal ajaran-ajaran maupun pemikiran pemikiran tokoh-tokoh eksistensialisme maupun aliran-aliran sebelumnya seperti pemikiran Rene Descartes yang dipakai dalam dialog salah satu naskahnya.Tetapi Iwan bukan hanya menjiplak atau meniru mode filsof atau sastrawan Barat aja. Dia merefleksi terhadap fenomena kehidupan yang ada dalam masyarakat •yang dihayatinya dan dibumbui dngan ide gagasan yang banyak pula diilhami dari filsof-filsof eksistensialisme.Terbukti dalam dialog- dialog naskahnya maupun tema yang digarapnya banyakmenyerupai tema yang diungkap oleh kaum eksistensialisme yang selalu menghendaki kebebasan kebebasan yang bersifat individual, akibat dari kebebasan itu banyak muncul pemik­ iran-pemikiran yang irrasional. Hal-hal yang irrasional sebagai pengaruh filsafat eksistensialisme dapat pula ditemukan dalam naskah drama Bulan Buiur Sangkar. Dalam naskah Bulan Buiur Sangkar memang banyak mengandung aspek simbolis yang banyak mengundang interprestasi, lagi pula disepanjang dialog-dialognya banyak bermunculan kata-kata filosof is yang dikemukakan secara eksplisit. Tokoh-tokoh yang ada dalam naskah seperti Orang Tua, Kakek, ekstrimis, Pincang, Bopeng hanyalah merupakan manusia gagasan karena mereka tanpa nama, hanya merupakan ide filsafat pengarangnya. Dar i b anyak uraian diatas dapat disimpulkan bahw a Iwan Simatupang dalam drama-dramanya banyak terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran para filsof­ filsof Barat.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Drama Iwan Simatupang
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: jono JN jono
Date Deposited: 13 Sep 2019 03:42
Last Modified: 13 Sep 2019 03:42
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/4870

Actions (login required)

View Item View Item