Upaya Pelestariantari Bedana Olok Gading Pada Masyarakat Teluk Betung Barat Provinsi Lampung

KURNIAWATI, Novi (2018) Upaya Pelestariantari Bedana Olok Gading Pada Masyarakat Teluk Betung Barat Provinsi Lampung. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Lampiran 6.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
JURNAL ok.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Tari Bedana Olok Gading merupakan tari tradisi yang hidup dan berkembang di Kelurahan Negeri Olok Gading Teluk Betung Barat Provinsi Lampung. Tari ini masih sangat dijaga nilai-nilai keislaman yang terkandung di dalamnya. Misalnya, dalam menari penari laki-laki harus berpasangan dengan laki-laki, begitu juga sebaliknya perempuan dengan perempuan. Sebagaimana tari bedana pada umumnya, tarian ini lebih mementingkan gerakan kaki, sedangkan gerakan tangan mengikuti gerakan badan. Ada 13 ragam gerak yang mendasari perkembangan tari bedana yang ada di Lampung, yaitu ragam gerak takzim, langkah pembuka, lapah ,pecoh, motok hmoloh, motokh laju, motokh mejong, lapah mundokh, lapah lambai/susunsirih, belituk, sarah, tahtim, tahto. Ciri khas dan membedakan dengan tarian yang lain yaitu menggunakan pola lantai maju mundur pada satu garis lurus seperti membentuk huruf Alif, menari berpasangan dengan arah berlawanan seperti bercermin, dan pada hitungan tari ini menggunakan tiga hitungan yaitu 2, 3, 4. Dalam membedah permasalahan pelestarian digunakan teori sosiologi budaya Raymond William yang menjelaskan tentang tiga komponen pokok, yaitu lembaga-lembaga budaya, isi budaya, dan efek budaya atau norma-norma. Untuk pertanyaan siapa yang melestarikan, lembaga-lembaga budaya menanyakan siapa menghasilkan produk budaya, siapa yang mengkontrol, dan bagaimana kontrol itu dilakukan. Untuk pertanyaan apa yang dilestarikan, isi budaya menjelaskan apa yang dihasilkan atau simbol-simbol apa yang diusahakan. Untuk menjelaskan bagaimana upaya pelestarian itu dilakukan, efek budaya menjelaskan konsekuensi apa yang diharapkan dari proses budaya itu. Upaya pelestarian yang telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait seperti, pemerintah, pihak swasta, masyarakat, seniman dan sanggar, dengan cara membuat program-program dan strategi yang diharapkan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam upaya pelestarian tari Bedana Olok Gading ini generasi muda millenial dijadikan sebagai sasaran utama karena lebih mudah mencerna dan menerima, juga diharapkan dapat ikut melestarikan kebudayaan tradisional lokal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pelestarian, Tari Bedana, Olok Gading, tradisional lokal, Lampung
Subjects: Tari > Pengkajian Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian)
Depositing User: Ida ID Sriwahjudewi
Date Deposited: 28 Oct 2019 07:43
Last Modified: 28 Oct 2019 07:43
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/5311

Actions (login required)

View Item View Item