“Long Live Punk & Skins” Identitas Subkultur Punk & Skinhead Dalam Fotografi Dokumenter

KRISTIANTO, Sebastianus Advent (2019) “Long Live Punk & Skins” Identitas Subkultur Punk & Skinhead Dalam Fotografi Dokumenter. Masters thesis, ISI Yogyakarta.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (402kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (396kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (369kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (45MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id

Abstract

Studi ini membahas tentang identitas subkultur punk dan skinhead melalui genre fotografi dokumenter. Subkultur lahir dari sebuah gerakan kolektif atau gerakan dari budaya induk. Subkultur biasanya digunakan sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya dominan sebagai penawaran kultur alternatif. Punk dan Skinhead lahir dari budaya perlawanan terhadap kesenjangan sosial, penindasan terhadap kaum marjinal, hingga melawan kapitalisme. Kedua subkultur ini memberi tawaran hal yang berbeda dari budaya dominan. Simbol-simbol yang mereka kenakan setiap hari mencoba menyindir masyarakat awam dengan sikap anti kemapanan yang ditunjukan dengan cara berpakaian, gaya rambut, asesori yang dikenakan hingga memodifikasi tubuh. Tujuan dari studi ini adalah menemukan kembali aspek aspek visual punk dan skinhead melalui fotografi portrait dan dokumenter. Fotografi portrait dirasa cukup mewakili untuk melihat simbol simbol yang ada di tubuh punk dan skinhead. Metode yang ditawarkan pada studi ini yaitu profane existance, dengan terlibat langsung dengan mereka. Merekam segala aktifitas mereka dari bekerja, berkarya, bersosialisasi ke masyarakat, berkumpul, bermusik dan kegiatan lainnya. Penulis berbaur dengan individu-individu yang ada di dalam komunitas. Studi ini juga berusaha menerobos batas privasi anak Punk dan Skinhead, menemukan dan memvisualisasikan makna dari apa yang mereka pilih sebagai budaya subkultur. Temuan yang ada adalah tentang simbol yang mereka tampilkan cenderung menyerang sisi personal dan moral kelas dominan. Walaupun tidak semua punk dan skinhead melakukan dan menyadari itu, mereka pada akhirnya melebur dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Apapun genre musiknya, apapun ideologinya, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain, ia adalah punk. Menjadi punk dan skinhead tidak hanya sebatas penampilan luarnya saja, melainkan menjadi diri sendiri dan melebur dengan masyarakat. Simbol simbol yang di tawarkan punk dan skinhead antara lain simbol yang di konstruksikan ke sosial sebagai sikap melawan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: punk, skinhead, fotografi, dokumenter, portraitur
Subjects: Fotografi
Fotografi > fotografi ekspresi
Penciptaan dan pengkajian seni
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: FL Agung Hartono
Date Deposited: 24 Feb 2020 04:48
Last Modified: 24 Feb 2020 04:48
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/5680

Actions (login required)

View Item View Item