“Repetisi Pencitraan” (Relasi Seni Video, Pemilu 2014 Dan Kritisme Di Ruang Maya)

Hariyo Seno Agus Subagyo, 1220658411 (2014) “Repetisi Pencitraan” (Relasi Seni Video, Pemilu 2014 Dan Kritisme Di Ruang Maya). Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I Hariyo.pdf

Download (452kB) | Preview
[img] Text
BAB II Hariyo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (818kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III Hariyo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV Hariyo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (290kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB V Hariyo.pdf

Download (381kB) | Preview
Official URL: http://lib.isi.ac.id/

Abstract

Pemilihan umum 2014 merupakan pertarungan pencitraan di dunia maya. Terbukti dengan beredarnya berbagai macam kampanye yang dilakukan dengan sengaja. Dengan tujuan untuk membentuk opini masyarakat mengenai citra calon legislatif atau calon presiden yang diusung. Sehingga masyarakat tertarik dan memilih kandidat yang ditawarkan. Popularitas merupakan kunci meraih suara sebanyak-banyaknya, untuk itu maka dicarilah figur populer dikalangan artis. Dengan demikian artis-artis ternama menjadi incaran partai politik untuk direkrut bergabung kedalam kelompoknya. Sehingga banyak diantaranya naik ke panggung politik karena kemolekan dan kepopuleran pribadinya, bukan karena kepandaian manajemen ketatanegaraan. Masa lalu artis yang glamour dipoles sedemikian rupa sehingga nampak menjadi pribadi yang santun, berbusana sopan, religius dan bermartabat. Repetisi pencitraan merupakan respon terhadap politik pencitraan. Dalam tulisan ini peristiwa didekontruksikan, sehingga teks melahirkan beragam makna yang mungkin bertentangan satu dengan yang lain. Maka dekontruksi membuka ruang bagi perbedaan, konflik, ragam makna desiminasi, dan konteks tanpa batas. Dengan demikian pemahaman tentang pencitraan politik dapat dikupas dalam makna yang berbeda dari makna yang diharapkan sebelumnya. Berbicara pencitraan tidak mungkin terlepas dari figur atau tubuh sebagai representasi dari citra, dimana tubuh ditempatkan sebagai medium terbuka. Suatu kondisi yang mengabsahkan diri bahwa orang di luar tubuh itu bisa turut berpartisipasi. Bahkan melebur dan membentuk peristiwa aktual di ruang artistik. Sehingga ruang aktual adalah ruang artistik, waktu imaterial menjadi waktu nyata. Dalam karya seni video ini menampilkan seorang artis yang mampu bermetomorphosis menjadi elegan dalam waktu yang singkat, keluar dari citra masa lalu dan membuat pencitraan baru yang sama sekali berbeda. Namun demikian absurditas masa lalu tidak mungkin dapat dihapus begitu saja. Karena jejak-jejak masa lalu sudah terlanjur dipahat di dinding maya internet. Sehingga metamorphosis citra elegan itu menjadi naif dan cenderung sebagai pencitraan semu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: politik pencitraan, , dekontruksi, seni video, pemilu 2014, kritisme
Subjects: Penciptaan dan pengkajian seni
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: Ida ID Sriwahjudewi
Date Deposited: 16 Nov 2015 04:20
Last Modified: 16 Nov 2015 04:20
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/786

Actions (login required)

View Item View Item