Parunguih

Rama Febriant, Catur (2021) Parunguih. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Catur Rama_2021_Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
Catur Rama_2021_BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Catur Rama Febriant_2021_Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (215kB) | Request a copy
[img] Text
Catur Rama_2021_Naskah Publikasi.pdf

Download (535kB)
[img] Text
Catur Rama_2021_BAB PENUTUP.pdf

Download (57kB)
[img]
Preview
Video
maxresdefault.jpg

Download (88kB) | Preview
[img] Video
sh: 1: /usr/bin/youtube-dl: not found

Download (0B)
Official URL: https://youtu.be/bhwNcCdBMk4

Abstract

Parunguih merupakan judul yang dipilih untuk karya tari ini. Karya ini merupakan ekspresi pengalaman empiris penata yang mengalami diskriminasi karena tidak memiliki suku. Hilangnya status kesukuan disebabkan karena pernikahan diluar suku yang dilakukan oleh leluhur terdahulu. Minangkabau merupakan salah satu suku di Indonesia yang kental dengan adat istiadat yang mempengaruhi pola pikir dan cara pandang masyarakat terhadap kedudukan sosial di masyarakat. Keadaan ini menimbulkan kenangan buruk dalam diri yang ingin dituangkan dalam karya tari. Karya Parunguih tersebut bersumber dari tradisi marunguih yang ada di desa Silungkang, Kota Sawahlunto. Tradisi marunguih pada awalnya merupakan penghormatan masyarakat terhadap harimau atau inyiak yang mati dibunuh. Penghormatan tersebut disampaikan melalui doa-doa yang didendangkan. Seiring dengan perkembangannya tradisi marunguih saat ini dilakukan sebagai hiburan dengan menyampaikan kisah ataupun cerita kehidupan seseorang melalui dendang. Dalam bahasa Minang “pa” merupakan imbuhan yang merujuk pada pelaku, dari imbuhan tersebut kata marunguih diterminologikan menjadi Parunguih. Parungguih merupakan sebuah karya tari dengan bentuk penyajian tari tunggal. Pencarian gerak dalam karya tari ini merupakan penemuan gerak yang baru sesuai ketubuhan penata tari dan sikap sikap yang terdapat pada bunga silat Minangkabau yakni, kudo-kudo, gelek, balabek, tagak itiak,dan babaliak. Sikap bunga silat yang sudah ada ini kemudian diolah dan dikembangkan sesuai dengan kreativitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Rama Febriant, Caturnim1711695011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorAlfirafindra, Rajanidn0006036503
ContributorPantja Slistijaningtijas, Erlinanidn0013076606
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: parunguih, tradisi marunguih,suku, minangkabau
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: Catur Rama Febriant
Date Deposited: 24 Aug 2021 01:12
Last Modified: 24 Aug 2021 01:12
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/9080

Actions (login required)

View Item View Item