Penyutradaraan Drama "Bom Waktu" Karya : N. Riantiarno

Rachmayanto Tersiawanhadi, - (1993) Penyutradaraan Drama "Bom Waktu" Karya : N. Riantiarno. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id/

Abstract

Dalam memproduksi sebuah drama modern, naskah tidak dapat diabaikan fungsi dan kepentingannya. Naskah sudah menjadi bagian dari kesatuan kerja produksi. Dan pementasan drama modern bukan lagi seperti sistim produksi drama tradisional y&ng lebih berpatokan pada kemampuan berimprovisasi pemain-pemainnya. Sehingga seringkali dalam drama tradisional, naskah hanya berbentuk sinopsis atau hanya garis besar cerita. Dalam produksi drama modern naskah sangat menentukan kemampuan seorang sutradara, disainer dan para pemain bekerja dan menafsirkan naskah lakon yang akan dipentaskannya. Selanjutnya setelah memilih naskah sutradara bersam a pemain -pemainya, dengan disainer artistik dan para pemain menentukan jadual kerja. Jadual kerja ini harus merupakan hasil kesepakatan tiga komponen tersebut. Selanjutnya kerja sutradara adalah membuat konsep penafsiran naskah, membuat konsep block ingdan bekerjasama dengan disainer menentukan konsep artistiknya. Bagi disainer kemudian menentukan jadual kerja membuat disain, pembuatan dan kapan perangkat artistik itu dapat dipergunakan latihan. Bagi para pemain, mereka membuat kesepakatan dengan sutradara kapan reading, latihan tanpa mempergunakan naskah atau lepas naskah, blocking, run through, dan gladi resik nya . Kapan menaadakan latihan alam kalau diperlukan. Pada akhirnya pementasan akan menjadi ujud proses latihan proses kerja artistik dan kerja produksi. Seorang pemain yang jarang hadir dalam latihan, sehebat apapun keaktorannya, pastilah akan mengalami gangguan dalam berinteraksi maupun daya tanggap terhadap permainan pemain yang lain. Sudah barangtentu hal tersebut akan mengganggu permainan secara keseluruhan. Karena sebenarnya selain kualitas permainan bagi seorang pemain drama, masih diperlukan lagi ujud kerelaan fisik maupun mental dalam bekerjasama dengan lawan mainnya, dengan seluruh komponen sebuah pementasan drama modern. Sedangkan seorang sutradara tak akan dapat bekerja dengan baik tanpa mempunyai konsep artistik, konsep blocking, maupun konsep kerja secara keseluruhan. Apapun bentuk konsep itu akan sangat diperlukan oleh semua komponen yang ada. Dari konsep itulah akan dijadikan acuan kerja oleh semua komponen yang ada. Seberapapun kualitas konsep penyutradaraan itu. Karena pada dasarnya kualitas konsep penyutradaraan tidak mungkin didapatkan secara tiba-tiba atau sekali-duakali menyutradarai pementasan drama. Tetapi terletak pada proses kerja penyutradaraan secara terus menerus dan tidak kenal lelah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: penyutradaraan drama, Bom Waktu, N Riantiarno, drama modern, blocking
Subjects: Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: Ida ID Sriwahjudewi
Date Deposited: 04 Dec 2015 05:19
Last Modified: 04 Dec 2015 05:19
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/966

Actions (login required)

View Item View Item