Penyutradaraan Drama Malam Terakhir Karya Yukio Mishima

Krisnoto Agoeng Noegroho Yp., 9010139014 (1999) Penyutradaraan Drama Malam Terakhir Karya Yukio Mishima. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.ac.id/

Abstract

Seni drama sebagai seni kreatif tidak bisa hanya sebagai obyek yang diamati dan didefinisikan saja. Untuk mencapai keinginan dan kegelisahan berteater, sebuah produksi teater diperlukan. Produksi drama bukan hanya seperti produksi drama tradisional yang lebih terpatok pada improvisasi pem.ain-pemainnya. Naskah hanya berbentuk sinopsis atau garis besarnya aja. Dalam drama modern naskah lakon merupakan bagian yang .penting dan menentukan bagi garapan sutradara, desatner, -dan pemain dalam menafsirkan naskah lakon yang dipentaskan. Proses selanjutnya penentuan Jadwal kerja untuk mencapai sebuah kerja yang optimal. Sebuah kerja produksi tentulah dibutuhkan intensitas yang kuat dan serius. Seorang sutradara penafsiran naskah konsep permainan konsep bloking itu menjadi tugas utama dan kemudian kerja sama dengan desainer untuk menentukan konsep artistiknya. Untuk mencapai target seorang desainer haruslah menentukan jadwal kerja membuat desain agar dapat menentukan kapan perangkat artistik ini bisa digunakan dalam proses latihan. Sutradara juga membuat kesepakatan dengan para pemain untuk memulai proses latihan, kapan dimulainya reading, latihan tanpa naskah, dan kapan memakai bloking hingga runthrough dan gladiresik. Proses latihan dalam sebuah produksi drama modern ini tidak bisa diabaikan oleh pemain dan tim artistiknya. Jarang hadirnya dalam proses latihan ini akan sangat mengganggu proses interaksi antara yang satu dengan yang lain. Dalam produksi drama modern dibutuhkan kerelaan fisik dan mental dalam bekerja sama dengan seluruh pendukung pementasan. Demikian juga seorang sutradara juga harus mempersiapkan konsep artistik, konsep bloking dan konsep kerja secara keseluruhan untuk memperlancar proses produksi,karena konsep-konsep tersebut sangat diperlukan oleh semua pendukung produksi. Konsep inilah yang akan menjadi acuan kerja oleh semua komponen yang ada seberapapun kualitas konsep penyutradaraannya. Pada dasarnya kualitas konsep penyutradaraan tidak mungkin diperoleh secara tiba – tiba atau sekali dua kali dalam menyutradarai pentas drama, tapi terletak pada proses kerja penyutradaraan secara terus menerus dan tak mengenal lelah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: penyutradaraan drama, Malam Terakhir, Yukio Mishima, teater,blocking
Subjects: Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater
Depositing User: Ida ID Sriwahjudewi
Date Deposited: 04 Dec 2015 06:39
Last Modified: 04 Dec 2015 06:40
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/969

Actions (login required)

View Item View Item