Teknik Pengembangan Desain Tenun Lurik

Sukanadi, I Made and Kurniyati, N.N. and Utami, K.S. (2018) Teknik Pengembangan Desain Tenun Lurik. BP ISI Yogyakarta, Yogyakarta. ISBN 978-602-6509-36-9

[img] Text
BUKU TENUN LURIK_I Made Sukanadi.pdf

Download (10MB)

Abstract

Pada buku ini berisi tentang sejarah tenun lurik dari jaman Prasejarah sampai jaman Sejarah, tenun di Indonesia telah memberi warna tersendiri dalam dunia tekstil, dan dengan keunikan serta keidahannya mampu menarik perhatian para pecinta tekstil tradisional dari manca negara bahkan tidak jarang di antara mereka datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari tenun tradisional Indonesia. Dalam buku ini juga dibahas tentang jenis dan teknik pengerjaannya yaitu: Tenun lurik, tenun ikat pakan, tenun ikat lungsi, tenun dobel ikat dan tenun pakan tambahan dengan teknik cungkit yang lazim disebut tenun songket, disamping itu kain tenun Indonesia sangat kaya dengan ragam hias atau motif yang diterapkannya. Pada prinsipnya kain tenun terjadi karena adanya persilangan dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lain, benang tersebut terdiri dari dua arah atau posisi vertical (lungsi) dan horisontal (pakan). Di Indonesia dikenal berbagai alat tenun sesuai dengan cara penggunaannya dan jenis kain tenun yang dihasilkannya, diantaranya alat tenun Kartu, Bendo, Gendong, Tinjak, dan ATBM. Dalam membuat tenun lurik, perlu diawali dengan belajar desain tenun lurik agar dapat memahami banyak hal tentang susunan warna, trend warna, susunan garis dan menyusun bidang, mengatur komposisi baris dan bidang, tetang irama garis, keseimbanagan bentuk dan komposisi, tekstur, tentang nilai-nilai estetik dan lain sebagainya, disamping melihat-lihat desain yang sudah ada sebagai referensi, bisa juga membuat gambaran warna dan susunan warna yang akan diwujudkan dengan menggunakan penggaris sebagai media ekpresinya, yaitu penggaris yang berbentuk segi panjang tersebut dililitkan benang-benang yang telah diberi pewarna dan susunan warna yang akan digunakan disesuaikan dengan ide motif yang akan dikerjakan, dengan demikian dapat dilihat, apakah ide tersebut cocok untuk diwujudkan menjadi kain atau tidak. Namun demikian dalam membuat desain tenun lurik sangat diperlukan penguasaan atau mengerti tentang cara penghitungan benang terkait dengan penggunaan sisir yang menentukan tebal tipisnya kain yang akan dikerjakan. Pengetahuan berikutnya yang harus dikuasai adalah proses pengerjaan kain tenun lurik dengan baik, mulai dari proses penyiapan benang yang akan digunalan untuk lungsi, proses penghanian, pemindahan benang lungsi ke alat ATBM, penyiapan benang untuk pakan, serta proses penenunan awal sampai proses penenunan benjaalan dengan baik, yang diakhiri dengan proses finishing. Bagian kahir dalam buku ini memuat tentang pengembangan bahan kain tenun lurik menjadi produk lain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen atau pasar.

Item Type: Book
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Sukanadi, I Madenidn0031126253
Kurniyati, N.N.nidn
Utami, K.S.nidn
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
AuthorSukanadi, I Madenidn0031126253
AuthorKurniyati, N.N.UNSPECIFIED
AuthorUtami, K.S.UNSPECIFIED
Subjects: Kriya > Kriya Tekstil
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > D3 Batik dan Fashion
Depositing User: I Made Sukanadi
Date Deposited: 07 Oct 2022 04:08
Last Modified: 07 Oct 2022 04:08
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/12809

Actions (login required)

View Item View Item