Altrisa, Gazwani (2023) Penerapan Plotting for Suspense untuk Membangun Suspense pada Societal Conflict dalam Penciptaan Skenario "Pelarian". Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
|
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_BAB I.pdf Download (2MB) |
|
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_BAB PENUTUP.pdf Download (471kB) |
|
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_LAMPIRAN 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_LAMPIRAN 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
Text
GAZWANI ALTRISA_2023_FORM-PERNYATAAN-PERSETUJUAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (180kB) | Request a copy |
Abstract
Konflik merupakan salah satu unsur penting dalam skenario karena berfungsi sebagai penggerak cerita. Konfliklah yang membuat cerita menjadi lebih menarik karena melalui konflik, akan ditunjukkan seberapa besar hambatan yang akan dihadapi oleh karakter ketika hendak mencapai tujuannya. Konflik juga yang menjadi dasar dalam terciptanya ketegangan pada cerita karena menimbulkan rasa penasaran penonton akan keberhasilan karakter dalam mencapai tujuannya. Penulisan skenario film “Pelarian” dengan durasi 70 menit ini mengangkat tema tentang kebijakan pemerintah berupa larangan untuk memiliki lebih dari satu orang anak, di mana sanksinya adalah dengan penahanan anak kedua di sebuah Kamp Penahanan. Skenario ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang telah melanggar aturan pemerintah dengan tetap mempertahankan kehamilan anak kedua mereka, sehingga mereka harus berusaha sekuat tenaga, untuk melarikan diri dari kejaran pemerintah. Dalam penulisan skenario film “Pelarian”, konflik akan menjadi salah satu aspek penggerak cerita. Konflik sosial atau Societal Conflict dipilih untuk menjadi konflik utama pada cerita karena konflik terjadi antar satu individu atau kelompok dengan birokrasi atau pemerintah. Melalui Societal Conflict yang sudah diterapkan, ketegangan atau Suspense akan dibangun melalui 5 cara oleh Linda J. Cowgill dalam bukunya yang berjudul Art of Plotting, di mana cara tersebut dirujuk dari teori Plotting for Suspense, yang terdiri dari Give Audience the Information, Crosscutting, Unexpected Complications, The Ticking Clock dan Play the Beats. Konflik akan diterapkan pada cerita melalui tokoh utama yang akan berusaha keras untuk terlepas dari tokoh yang menghambatnya. Konflik ini akan diwujudkan dengan membangun ketegangan atau Suspense melalui aksi, dialog hingga kilas balik memori masa lalu tokoh utama, yang akan membuat penonton mengetahui tujuan dan hambatan dari masing-masing karakter.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Creators: |
|
|||||||||
Contributors: |
|
|||||||||
Department: | KODEPRODI364012#TELEVISI DAN FILM | |||||||||
Uncontrolled Keywords: | Societal Conflict, Plotting for Suspense, Suspense, Skenario | |||||||||
Subjects: | Televisi > Televisi | |||||||||
Divisions: | Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi S1 Televisi | |||||||||
Depositing User: | Gazwani Altrisa | |||||||||
Date Deposited: | 10 Aug 2023 00:48 | |||||||||
Last Modified: | 10 Aug 2023 00:48 | |||||||||
URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/14927 |
Actions (login required)
View Item |