Penerapan Teknik Bel Canto pada Penyanyi Berdialek Bahasa Jawa: Studi Kasus di SMM dan ISI Yogyakarta

Wishnu, RM. Albertus (2010) Penerapan Teknik Bel Canto pada Penyanyi Berdialek Bahasa Jawa: Studi Kasus di SMM dan ISI Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (6MB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (958kB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (34MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.isi.ac.id/

Abstract

Musik merupakan kepanjangan tangan dari kebudayaan. Dalam perkembangannya, peran musik semakin luas dan salah satunya pertunjukan opera. Di situ opera menjadi sesuatu yang pokok. Bel canto adalah salah satu teknik bemyanyi dalam opera yang lebih menekankan pada keindahan suara, ketrampilan bernyanyi dan keluaran suara penyanyi bukan pada makna yang tersirat di dalamnya. Produk bunyi dari bahasa Jawa berada pada posisi tenggorokan, masyarakat Jawa menyenangi bunyi yang lembut dengan nada rendah . Suara yang terdengar lembut ini berhubungan dengan konsep ekologi budaya. Bahasa Jawa yang dipakai oleh masyarakat Jawa juga memiliki hasil bunyi yang terletak di bawah atau tenggorokan. Sementara bel canto mengajarkan bahwa suara yang benar adalah suara dengan resonansi kepala dengan hasil yang cemerlang. Produk yang dihasilkan terdengar bukan di tenggorokan atau di leher, melainkan di atas atau di rongga kepala. Dikatakan oleh Bourdieu bahwa habitus merupakan hasil ketrampilan yang menjadi tindakan praktis atau suatu kemampuan yang kelihatannya alamiah dan berkembang dalam lingkungan sosial tertentu, struktur yang dibentuk berubah menjadi struktur yang membentuk. Pemusik , penulis atau pemikir dikatakan mampu berkarya berkat kebebasan kreatifnya dan kadang kala tidak menyadari tanda atau gaya ang sudah diintegrasikan ke dalam dirinya. Apa yang dipercaya sebagai kebebasan kreatif sebetulnya merupakan hasil pembatasan struktur­struktur. Habitus menjadi penggerak tindakan , pemikiran dan representasi. Melalui teori habitus terungkap ada faktor kepemilikan modal, yaitu modal ekonomi, modal budaya dan modal sosial di luar seni yang turut mendukung proses pembelajaran teknik bel canto menjadi terasa sulit bagi siswa Jawa. Penelitian mengenai vokal etnis di Indonesia yang berkaitan dengannya perlu terus dilakukan untuk pengembangan budaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Wishnu, RM. Albertusnim0310851013
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorTyasrinestu, Fortunatanidn0023107201
ContributorKustap, Kustapnidn0001076707
Department: KODEPRODI91221#SENI MUSIK
Uncontrolled Keywords: Bel Canto, vocal etnis, dialek Jawa
Subjects: Seni Musik
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik
Depositing User: samiyati SM samiyati
Date Deposited: 01 Nov 2023 06:35
Last Modified: 01 Nov 2023 07:49
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/15621

Actions (login required)

View Item View Item