“Echoes Of The Dawn” Hibridasi Musikal Antara Gaya Musik Shoegaze Dengan Progresif Metal

Parti Siagian, Januari (2026) “Echoes Of The Dawn” Hibridasi Musikal Antara Gaya Musik Shoegaze Dengan Progresif Metal. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Januari Parti Siagian_2026_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (21MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Januari Parti Siagian_2026_BAB I.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Januari Parti Siagian_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (389kB) | Preview
[img] Text
Januari Parti Siagian_2026_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy
[img] Text
Januari Parti Siagian_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (307kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.isi.ac.id

Abstract

Penelitian penciptaan ini membahas strategi hibridasi antara shoegaze dan progresif metal sebagai dua gaya musik yang memiliki karakteristik timbral, ritmis, dan kontur musikal yang berbeda secara fundamental. Shoegaze dicirikan oleh wall of sound, tekstur padat berlapis, serta karakter atmosferik yang dibentuk oleh penggunaan efek delay, reverb, dan modulasi, sementara progresif metal mengutamakan artikulasi presisi, kompleksitas metrik, serta kontur musikal yang berubah cepat. Melalui pendekatan practice-based research. Penelitian ini merumuskan metode hibridasi yang terukur menggunakan tiga fondasi teori utama: contrast sounding untuk memadukan perbedaan timbre, progressive layering sebagai metode pelapisan pola kontur yang berjenjang, serta polyrhythm sebagai hasil dari penggunaan rhythmic displacement pada struktur ritmis. Tahapan penciptaan karya Echoes of the Dawn meliputi analisis sumber referensi, eksplorasi timbral melalui scordatura dan desain suara, perumusan kontur gitar dan bass, pengembangan tekstur melalui delapan lapisan gitar, serta penyusunan struktur komposisi yang memadukan hibridasi horizontal dan vertikal. Hasil penciptaan memperlihatkan bahwa kehibridaan shoegaze–progresif metal tidak dapat dicapai melalui integrasi intuitif, melainkan melalui manajemen tekstur, pengaturan frekuensi, dan struktur ritmis yang dirancang secara presisi. Hibridasi timbral tercapai melalui kombinasi clean–modulated guitars dan tight drive yang diatur dalam ruang stereo berbeda, sedangkan hibridasi kontur terbentuk melalui interaksi lapisan polymetric (4/4, 3/4, 6/8, 5/4, dan 5/8) yang disusun secara simultan. Secara keseluruhan, karya ini menegaskan bahwa hibridasi lintas-genre dapat menghasilkan identitas musikal baru apabila proses komposisi dilakukan dengan pendekatan struktural, teknis, dan estetis yang komprehensif; serta membuka peluang pengembangan metode hibridasi yang lebih luas melalui studi persepsi, teknik rekaman lanjutan, dan eksplorasi instrumentasi alternatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Parti Siagian, Januarinim20101980133
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorBobby Koapaha, Roykenidn0019116101
ContributorLaksono, Kardinidn0010047605
Department: KODEPRODI91222#PENCIPTAAN MUSIK
Uncontrolled Keywords: Hibridasi musikal, shoegaze, progresif metal, contrast sounding, progressive layering, polyrhythm, sound design, practice-based research.
Subjects: Musik > Komposisi Musik
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik
Depositing User: Januari Parti Siagian
Date Deposited: 13 Jan 2026 01:23
Last Modified: 13 Jan 2026 01:23
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22377

Actions (login required)

View Item View Item