Pakeliran Wayang Kulit Purwa Jawa Timuran Lakon Sang Hyang Umarda

Sholahudin Wakhid, Muhammad (2026) Pakeliran Wayang Kulit Purwa Jawa Timuran Lakon Sang Hyang Umarda. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
MUHAMMAD SHOLAHUDIN WAKHID_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
MUHAMMAD SHOLAHUDIN WAKHID_2026_BAB I.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
MUHAMMAD SHOLAHUDIN WAKHID_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (906kB) | Preview
[img] Text
MUHAMMAD SHOLAHUDIN WAKHID_2026_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Video
ela3iSiU9ac_si=PXhhCl4ZQYw_W4xe

Download (1MB)
Official URL: https://www.youtube.com/live/ela3iSiU9ac?si=8hIx0X...

Abstract

Karya tugas akhir berjudul Pakeliran Wayang Kulit Purwa Jawa Timuran Lakon Sang Hyang Umarda ini merupakan penciptaan karya seni berbasis praktik (practice-based research) dengan menggunakan metode artistik sebagaimana dijelaskan oleh Guntur (2016). Karya ini berupaya merekonstruksi dan menafsirkan kembali kisah Sang Hyang Umarda, tokoh baku dalam pakeliran Jawa Timuran yang keberadaannya diwariskan terutama melalui tradisi lisan. Kisah Sang Hyang Umarda muncul dalam balungan Lakon Adege Kahyangan Suralaya, Lakon Babate Suralaya, dan Lakon Jan Makjuja, serta diperkuat melalui wawancara dengan para dalang Jawa Timuran seperti Ki Sareh, Nyi Suwati, Ki Mataji, Ki Hernowo dan beberapa para dalang lainnya. Lakon ini mengangkat pengalaman traumatis Sang Hyang Umarda yang dipaksa oleh Sang Hyang Samba hingga mengalami perubahan wujud menjadi Bethari Umayi dan kemudian menjadi Bethari Durga. Transformasi tersebut dipahami sebagai simbol bahwa tindakan yang melampaui batas kodrat akan mendatangkan malapetaka, sejalan dengan pitutur Jawa, “ngungkuli kodrat, thukule memala.” Karya ini memfokuskan diri pada penderitaan tokoh dan penyimpangan kuasa yang menjadi inti cerita, sehingga Lakon Sang Hyang Umarda berdiri sebagai lakon mandiri, bukan sekadar fragmen dalam lakon besar seperti tradisi yang ada sebelumnya. Proses penciptaan karya melalui beberapa tahap: pembangkitan gagasan, praktik kreatif, seleksi gagasan, investigasi dan eksplorasi, pengembangan melalui dua karya terdahulu (The Legend of Umarda dan Sang Umarda), refleksi artistik, dokumentasi, hingga penyajian karya final. Melalui proses tersebut, pengkarya menemukan bentuk pakeliran padat gaya Jawa Timuran sub Mojokertoan yang menonjolkan dramatika konflik, intensitas sabetan, eksplorasi iringan pakeliran laras slendro-pelog, dan fokus cerita yang lebih efisien. Karya ini diharapkan dapat memperkaya khazanah lakon Jawa Timuran, mendokumentasikan tradisi lisan tentang tokoh Sang Hyang Umarda, serta menjadi media refleksi bagi masyarakat mengenai nilai kemanusiaan, kekuasaan, dan kekerasan seksual dalam perspektif budaya Jawa Timuran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Sholahudin Wakhid, Muhammadnim2110196016
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorSukistono, Dewantonidn0027096906
UNSPECIFIEDHariyanto, Hariyantonidn007088606
Department: KODEPRODI91241#SENIPEDALANGAN
Uncontrolled Keywords: Sang Hyang Umarda, Pakeliran Jawa Timuran, Metode Artistik, Transformasi, Kekerasan.
Subjects: Pedalangan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pedalangan
Depositing User: Muhammad Sholahudin Wakhid
Date Deposited: 13 Jan 2026 06:54
Last Modified: 13 Jan 2026 06:54
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22572

Actions (login required)

View Item View Item