M.Rengki.A.S, M.Rengki.A.S (2025) Ritual Tabut Bengkulu Dalam Perspektif Performance Studies. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
M. RENGKI A.S_2026_TEXT FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
M. RENGKI A.S_2026_BAB 1.pdf Download (820kB) | Preview |
|
|
Text
M. RENGKI A.S_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (328kB) | Preview |
|
|
Text
M.RENGKI.A.S_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (614kB) | Request a copy |
Abstract
Ritual Tabut Bengkulu adalah tradisi budaya yang lahir dari peringatan tragedi Karbala, yaitu wafatnya Imam Husain bin Ali pada tahun 680 M. Tradisi ini diperkenalkan di Bengkulu oleh para pendakwah Muslim dari wilayah Timur Tengah dan India Selatan, lalu berproses melalui akulturasi dengan budaya setempat hingga membentuk ritual yang khas dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Bengkulu. Seiring perkembangannya, Tabut tidak lagi dipahami semata-mata sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk seni pertunjukan rakyat yang melibatkan musik, gerak tubuh, arak-arakan prosesi, simbol-simbol visual, serta partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ritual Tabut Bengkulu melalui perspektif Performance Studies dengan menggunakan teori Richard Schechner. Dalam pendekatan ini, ritual Tabut dipahami sebagai peristiwa performatif yang mencakup pengulangan tindakan (restored behavior), pengalaman liminal, struktur dramatik, serta hubungan antara pelaku ritual, ruang dan waktu pelaksanaan, serta kehadiran penonton. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Tabut Bengkulu merupakan ruang pertemuan dan negosiasi antara nilai-nilai religius Islam terutama ingatan kolektif terhadap tragedi Karbala dengan kebudayaan lokal Bengkulu. Setiap tahapan ritual memuat makna simbolik dan estetis yang berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai spiritual, pembentukan identitas budaya, serta penguatan memori kolektif masyarakat. Dalam kerangka Performance Studies, Tabut dapat dipahami sebagai praktik budaya yang hidup dan dinamis, yang terus mengalami perubahan dan penyesuaian, baik sebagai ritual sakral maupun sebagai pertunjukan budaya dalam konteks festival modern.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91251#TEATER | |||||||||
| Subjects: | Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater | |||||||||
| Depositing User: | M.Reengki.A.S M.Reengki.A.S | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 04:39 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:48 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22805 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
