Fadhlurrahman, Afif (2026) Katlaganing Angkara. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
AFIF FADHLURRAHMAN_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
|
|
Text
AFIF FADHLURRAHMAN_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
AFIF FADHLURRAHMAN_2026_BAB IV.pdf Download (576kB) |
|
|
Text
AFIF FADHLURRAHMAN_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (527kB) | Request a copy |
Abstract
Karya ini berakar dari kisah legenda Telaga Sarangan di kabupaten Magetan. Menyimpan kisah tragis Kyai Pasir dan Nyai Pasir memakan telur misterius dan berubah menjadi Naga raksasa. Perubahan wujud membuat mereka merasa tidak terima dan murka ingin memusnahkan gunung lawu, mengamuk membuat cekungan yang besar, sehingga terdengar sabda dari langit yang memerintahkan mereka ikhlas dan muksa, dan mereka iklas moksa. Karya tari ini menampilkan perjalanan emosional Kyai Pasir dan Nyai Pasir mengenai cinta kasih, rasa tidak terima, angkara murka, penyesalan, dan keiklasan dengan karya berjudul Katlaganing Angkara. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya tari ini adalah metode Alma M Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi,dan komposisi serta disempurnakan menggunakan metode jaqualine smit yaitu evaluasi. Karya tari Katlaganing angkara memiliki mode simbolis representasional dikemas dalam bentuk koreografi kelompok dengan penari berjumlah 12 dengan 5 orang penari laki laki dan 7 orang penari perempuan dengan pijakan motif gaya Surakarta yang mengalami pengembangan oleh penata. Musik yang digunakan dalam karya tari ini adalah musik live gamelan laras pelog. Tipe tari dalam karya ini adalah tipe tari dramatik Karya ini dipentaskan di prosenium stage menggunakan tata rias korektif yang disesuaikan dengan tema karya dan menggunakan make up panggung. Untuk busana menggunakan kain yang dililit sebagai perwakilan kebudayaan jawa atau yang biasa disebut dodotan.Properti yang digunakan dalam karya ini menggunakan Samparan , Sampur, Ranting. Topeng naga, dan telur. Koreografi ini secara mendalam menggambarkan tema penyesalan emosional menyuarakan pesan abadi tentang penyesalan dan keikhlasan yang terkubur di balik pesona Telaga Sarangan masa kini. Pesan moral yang ditampilkan mengenai pentingnya ketulusan hati dalam menghadapi cobaan hidup dengan keikhlasan dengan apa yang sudah terjadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Telaga Sarangan, Katlaganing Angkara, koreografi kelompok. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Penciptaan Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan) | |||||||||
| Depositing User: | AFIF FADHLURRAHMAN | |||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 00:37 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 02:04 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23299 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
