Tasintak Kaba

Wulandari, Silfa (2026) Tasintak Kaba. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Silfa Wulandari_2026_Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Silfa Wulandari_2026_BAB I.pdf

Download (702kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Silfa Wulandari_2026_BAB IV.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Video
watch_v=MaqLzSDZALM&feature=youtu.be
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
Silfa Wulandari_2026_PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (150kB) | Request a copy
Official URL: https://youtu.be/MaqLzSDZALM

Abstract

TASINTAK KABA adalah karya tari yang terinspirasi dari tradisi Bailau di Kota Solok, Sumatera Barat. Tradisi ini merupakan bentuk ratapan seorang ibu atau keluarga terhadap anggota keluarga yang meninggal dunia, terutama ketika jasad tidak dapat dipulangkan ke kampung halaman. Karya tari ini berfokus pada pengalaman emosional seorang ibu yang kehilangan anaknya di perantauan, kemudian berproses menuju penerimaan dan keikhlasan. Penciptaan karya berangkat dari rangsang visual berupa film Bujang Bailau yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah koreografi kelompok bertema kehilangan dan penerimaan. Karya ini menghadirkan 9 penari yang terdiri dari 1 penari putri dan 8 penari putra. Melalui gerak, musik, properti, dan simbol-simbol budaya Minangkabau, penata menggambarkan perjalanan batin seorang ibu dari rasa kehilangan, kesedihan mendalam, hingga mencapai ketenangan dan penerimaan terhadap takdir tuhan. Metode penciptaan yang digunakan mengacu pada teori Alma Hawkins, yaitu Eksplorasi, Improvisasi, dan Komposisi. Musik tari menggunakan instrumen tradisional Minangkabau seperti rabab, saluang, talempong, dan tambua yang dipadukan dengan dendang syair Bailau untuk memperkuat suasana emosional karya. Melalui karya ini, penata tidak hanya memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat luas, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kesedihan akibat kehilangan merupakan hal yang wajar, namun pada akhirnya manusia harus mampu menerima takdir dengan ikhlas sesuai ajaran agama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Wulandari, Silfanim2212022011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorAlfirafindra, Rajanidn0001036503
ContributorPantja Sulistijaningtijas, Erlinanidn0013076606
Department: KODEPRODI91231#SENITARI
Uncontrolled Keywords: Tradisi Bailau, Kehilangan, Penerimaan, Koreografi Kelompok, Minangkabau.
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: Silfa i Wulandar
Date Deposited: 22 Jun 2026 04:08
Last Modified: 22 Jun 2026 04:08
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23624

Actions (login required)

View Item View Item