Amalia Putri, Hilda (2026) Leto. Skripsi thesis, ISI Yogyakarta.
|
Text
Hilda Amalia Putri_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
||
|
Text
Hilda Amalia Putri_2026_Bab I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Hilda Amalia Putri_2026_BAB IV.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Video
Trailer LETO.MP4 Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
||
|
Text
FORM-PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (276kB) | Request a copy |
Abstract
RINGKASAN Karya tari “Leto” terinspirasi dari peran perempuan Dayak Kenyah yang berkaitan dengan tradisi Hudoq Aban serta kondisi ladang yang mengalami kerusakan akibat hama. Karya ini menggambarkan peran perempuan dalam menjaga kehidupan ladang melalui aktivitas menjahit manik yang kemudian diolah menjadi simbol transformasi menuju sosok Hudoq Aban. Ide karya berangkat dari hasil pengamatan penata terhadap aktivitas perempuan Dayak Kenyah serta imajinasi mengenai keadaan ladang yang rusak akibat serangan hama. Penciptaan karya menggunakan metode Alma M. Hawkins yang meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Karya ini berbentuk tari dramatik dengan menggunakan sepuluh penari perempuan yang terdiri atas satu tokoh nenek dan sembilan tokoh cucu. Gerak dalam karya dikembangkan dari aktivitas menjahit manik, pengolahan tubuh ritual, serta pengembangan suasana yang menggambarkan hubungan manusia, alam, dan tradisi dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah. Karya tari “Leto” dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu introduksi, adegan satu, adegan dua, adegan tiga, dan ending. introduksi menggambarkan kondisi ladang yang rusak akibat serangan hama. Adegan satu menghadirkan konflik ketika tokoh nenek menceritakan keadaan tersebut kepada para cucunya. Adegan dua menggambarkan proses pembuatan Hudoq Aban melalui aktivitas menjahit. Adegan tiga menunjukkan proses pemilihan sosok yang paling kuat untuk menjadi Hudoq Aban, hingga akhirnya seluruh penari mengalami transformasi menjadi Hudoq Aban. Pada bagian ending, para tokoh bertemu dengan bunga malam sebagai simbol harapan dan pemulihan kehidupan ladang. Kata kunci: Peran Perempuan. Hudoq Aban, Menjahit manik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Peran Perempuan. Hudoq Aban, Menjahit manik. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Penciptaan Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan) | |||||||||
| Depositing User: | Hilda Amalia Putri | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 02:57 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 02:57 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23746 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
