Anicheto Manek, Benadito (2026) Otoritas Musik Dalam Menciptakan Ruang Liminal Studi Kasus Pertunjukkan Likura. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyalarta.
|
Text
Benadito Anicheto Manek_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
Benadito Anicheto Manek_2026_BAB I.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Benadito Anicheto Manek_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (9MB) |
|
|
Image
Benadito Anicheto Manek_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
Benadito Anicheto Manek_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (100kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji otoritas musik dalam menciptakan ruang liminal dan limi-noid pada pertunjukkan Likurai di Fehan dan Foho, Kabupaten Malaka. Otoritas musik dalam pertunjukkan Likurai merupakan fungsi intrinsik yang diwakili oleh eksistensi instrumen Tihar sebagai pengontrol mutlak seluruh struktur gerak tari dan prosedur ritual. Pertunjukkan Likurai memiliki konsep pertunjukkan yang jelas akan tetapi, khususnya aspek musik belum dipetakan secara jelas penerapan dalam pertunjukkan konservatif. Kondisi tersebut memicu ketegangan serta kontroversi antara tuntutan kualitas keilmuan musikal menghadapi masifnya kuantitas pertunjukkan yang berorientasi pelestarian modern. Dengan menggunakan pen-dekatan teori liminalitas Victor Turner, bertujuan untuk menguraikan dan menata konsep musik dalam Likurai baik ritual maupun pertunjukkan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis Grounded Theory dari Strauss dan Corbin. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa strategi organik Mnemonic yang dipakai dalam melestarikan pengetahuan ragam pukulan Tihar memiliki kelemahan dalam menyajikan profil tiap ragam pukulan. Masyarakat menciptakan ragam pukulan musik Manu Ain diciptakan secara khusus untuk mengiringi ruang sakral (liminal) yang memicu sinkronisasi ritmis dan communitas spontan. Se-baliknya, dalam ruang kontemporer (liminoid) yang membuka peluang bagi kritik dan inovasi performatif, praktik pelestarian Likurai sejauh ini baru menyentuh aspek kuantitas pertunjukkan (frekuensi pementasan dan keterlibatan agen). Upaya tersebut belum menyentuh ruang kualitas ilmu musik sebagai fondasi pengem-bangan pelestarian yang akademis dan mapan.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Department: | KODEPRODI91101#PENCIPTAANDANPENGKAJIANSENI | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Otoritas Musik, Likurai, Tihar, Ruang Liminal, Ruang Liminoid, Mnemonic, Kualitas Pelestarian | ||||||
| Subjects: | Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik) Penciptaan dan pengkajian seni Pendidikan Seni Pertunjukan Seni Musik |
||||||
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni | ||||||
| Depositing User: | Benadito Anicheto Manek | ||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:15 | ||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:20 | ||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24458 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
