Gusman, Edi (2002) Teknik Aplikasi Harmonisasi Musik Jazz Pada Piano. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (37MB) | Request a copy |
Abstract
Musik jazz di Indonesia tidak sepopuler musik rock, dangdut, dan pop. Hal ini bukan berarti musik jazz tidak disenangi oleh masyarakat Indonesia, melainkan musik jazz dianggap memiliki kesulitan teknis tertentu untuk dimainkan. Selain itu, masih terbatasnya referensi dalam bentuk buku atau tulisan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk itu, penulis mencoba mengetengahkan tulisan mengenai salah satu unsur musik jazz, yaitu harmoni, yang disusun dengan menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dan berpedoman pada metode musikologis. Musik jazz pertama adalah ragtime dengan tokohnya Scott Joplin. Kemudian musik ini berkembang di New Orleans dan Chicago. Pada era ini mulai adanya unsur improvisasi. Sedangkan harmoni yang digunakan masih identik dengan harmoni pada polka, march, dan waltz, dengan tokohnya yang terkenal adalah Jelly Roll Morton. Setelah itu, musik jazz mendapatkan sukses besar. Hal ini terjadi pada era Swing sehingga dapat dikatakan sebagai "greatest music business of all time". Pada era swing ini, musisi mulai menambahkan nada 6 pada trinada mayor dan memperkaya dengan nada 7, 9, 11 pada elemen harmoni. Ketika gaya dan permainan semakin komersial, sekelompok musisi mengadakan perlawanan terhadap gaya musik swing. Gaya baru ini disebut dengan bebop, yaitu sebuah gaya musik yang enerjik dan dinamis dengan harmoni yang lebih modern. Gejala ini merupakan sebuah permulaan dekade baru sekaligus sebagai titik awal jazz modern. Kemudian suasana menjadi tenang dan lembut dengan kehadiran gaya baru yang dibawa pertama kali oleh pemain trompet Miles Davis. Setelah itu, hadir inovasi baru dengan free jazz. Gaya ini membawa hawa kebebasan yang demikian inovatif seperti kebebasan tonal, suasana dengan memasukkan noise. Fusion yang menggabungkan rock, blues, soul, dan funk yang sebelumnya disebut dengan contemporary jazz merupakan hal yang baru dalam permainan musik jazz. Pada sekitar tahun 1980, suasana cenderung kembali ke gaya Swing dan bebop. Penggunaan harmoni dari semua gaya musik jazz sejak tahun 1890–1980 secara umum terdiri dari dua kategori, yaitu harmoni primitif dan modern. Identitas dari akord ditentukan oleh kualitas yang berangkat dari perbedaan pitch yang disebut dengan interval. Akord yang paling sederhana adalah terdiri dari trinada yang dalam pengaplikasiannya pada piano dapat ditempuh dengan cara memainkan dalam posisi root dan balikan, dan posisi tertutup dan terbuka, begitu juga selanjutnya dengan akord tujuh. Selanjutnya, akord trinada dan akord tujuh dapat diolah dengan cara superposisi, alterasi, addisi, dan substitusi untuk menghasilkan berbagai macam akord. Selain akord tersebut, ada juga akord yang proses pembentukannya berbeda, yaitu akord yang disebut dengan fourth chords. Penggunaan sistem atonal, counterpoint, dan pengharmonian tangga nada mayor dengan cara yang baru merupakan eksperimental dalam musik jazz. Teknik aplikasi harmoni pada permainan piano jazz tunggal dengan one hand accompaniment di antaranya adalah stride bass, walking bass, voicing modern, arpeggio bass, dan boogie-woogie ditempuh dengan teknik yang berbeda-beda sehingga membedakan masing-masing gaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#MUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Teknik Aplikasi, Harmonisasi, Musik Jazz, Piano | |||||||||
| Subjects: | Seni Musik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | isti IS suratmi | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:07 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:07 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24712 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
