Panjaitan, Marisa (1991) Tinjauan Terhadap Pendidikan Musik Anak Sekolah Minggu Gereja Bala Keselamatan D.I. Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (946kB) |
Abstract
Gereja Bala Keselamatan yang pada pertama kalinya dibangun oleh William Booth di London bagian Timur, merupakan suatu tempat aimana banyak orang-orang yang mengikuti suatu ibadah yang penuh hikmat dalam tempat-tempat yang cukup sederhana. William Booth merasa terpanggil untuk menolong memperbaiki nasib rakyat jelata dan selalu berusaha turut meringankan penderitaan mereka dengan membawa mereka mengenal injil. Semula William Booth tidak bermaksud untuk memperluas Bala Keselamatan sampai keluar dari tanah Inggris, namun disebabkan para anggotanya pindah ke negeri lainnya sehingga diutuslah para pekerja untuk melayani mereka. Dengan mempergunakan sarana musik maka William Booth mencari orang-orang yang hidup dalam kebejatan moral, miskin, kebiasaan mabuk-mabukan, dan rupa-rupa kejahatan lainnya. Musik yang dipergunakan untuk menjangkau mereka adalah nyanyian-nyanyian duniawi yang kemudian syairnya diganti dengan syair rohani. Dan hingga saat ini nyanyian tersebut masih dipergunakan dalam upacara keagamaan dalam gereja Bala Keselamatan. Peranan musik dalam upacara keagamaan Bala Keselamatan, sangat diperlukan, karena melalui musik dapat diciptakan rasa persatuan sesama umat manusia yang berbeda kebudayaannya juga adat istiadat, serta pengungkapan sikap untuk memuliakan Tuhan. Jenis musik yang diajarkan dalam hal ini ialah musik yang bernafaskan kerohanian dengan maksud untuk pembinaan watak, kepribadian, sikap dan perbuatan dari pada anak didik yang dapat diperoleh dari nyanyian-nyanyian yang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam pengajaran musik anak Sekolah Minggu, satu metoda yang dipakai ialah belajar sambil bermain. Metoda ini cukup menarik perhatian anak, sebab dengan memvariasikan materi pelajaran dengan permainan tidak akan menimbulkan kebosanan bagi anak didik. Pendidikan musik yang seringkali lebih banyak diambil alih peranannya oleh seorang pengajar dalam hakekat pembinaan mental spiritual dari anak didik, yang akan dipersiapkan untuk menjadi seorang manusia yang berdisiplin, bekerja keras, dinamis, serta memotivasi dengan jelas arah kegiatan belajar yang merupakan kebutuhan dari anak didik dengan tidak bermaksud menjadikan anak menjadi seorang pemusik yang profesional, namun musik hanyalah sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Dengan mengingat tujuan semula maka para pengajar memberikan materi yang bersifat pendidikan tanpa melupakan bahwa anak didik memiliki kreativitas yang juga perlu diperhatikan. Pemberian materi pelajaran baik untuk vokal maupun ansambel musik dilakukan dengan cara bertahap, dari bentuk yang paling sederhana lagu satu suara dan meningkat hingga bentuk yang lainnya. Dalam Tugas Akhir ini diuraikan metoda yang sederhana untuk pengajaran musik anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#SENIMUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | musik pendidikan musik anak, sekolah minggu | |||||||||
| Subjects: | Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | Bandono BD Bandono | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:32 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:32 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24959 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
