Wayang Perspektif Pendidikan Nasional Tahun ke 3 dari rencana 3 tahun

Junaidi, Junaidi and Supriaswoto, Supriaswoto and Suseno, Agus (2018) Wayang Perspektif Pendidikan Nasional Tahun ke 3 dari rencana 3 tahun. Project Report. Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (530kB)
[img] Text
Bab II-V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (954kB) | Request a copy
[img] Text
Bab VI.pdf

Download (793kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (484kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.isi.c.id

Abstract

Penelitian tahap ketiga ini (2018) bertujuan untuk mensosialisasikan pertunjukan wayang pendidikan sebagai media pendidikan nasional, berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Untuk mengawali pada tahun 2016/tahun pertama telah disusun prototipe boneka wayang beserta panggungannya, buku ajar, draf jurnal, dan draf Kekayaan Intelektual. Kemudian dilanjutkan penelitian tahun kedua (2017) telah menghasilkan model boneka wayang PAUD sampai PT beserta panggungannya, buku ajar, dan surat pendaftaran Hak Cipta. Dengan demikian, maka tahun ketiga ini, akan melakukan penambahan boneka wayang, penulisan naskah pertunjukan, pendaftaran Hak Cipta, penerbitan buku, dan pertunjukan wayang untuk lima jenjang pendidikan di Indonesia, yaitu: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Sekolah Dasar (PSD), Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (PSMP), Pendidikan Sekolah Menengah Atas (PSMA), dan Pendidikan Tinggi (PT) di wilayah Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah tindakan kelas untuk pengembangan kurikulum dan kelembagaan seni pewayangan. Tindakan kelas untuk pengembangan kurikulum berupa penyusunan bahan dan alat ajar tentang wayang secara bertingkat/multi level sesuai dengan tingkatan pendidikan di negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas lima tingkatan. Tindakan kelas untuk kelembagaan yakni dilakukan pengembangan model pendidikan wayang pada lima tingkat lembaga pendidikan nasional, yaitu: (1) Lembaga Pendidikan tingkat dini disebut Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak; (2) Lembaga Pendidikan tingkat dasar disebut Sekolah Dasar; (3) Lembaga Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama; (5) Lembaga Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas; dan (5) Lembaga Pendidikan tingkat atas disebut Pendidikan Tinggi/Perguruan Tinggi. Model pertunjukan wayang ini disusun secara bertingkat mengenai konten, metode, dan sarananya. Hasilnya berupa model pertunjukan wayang pendidikan multi level dan kultural, yakni dapat dijadikan sebagai media dan bahan ajar untuk pembelajaran wayang di berbagai level pendidikan secara nasional berbasis pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Fokus pertunjukan wayang ini pada kegiatan pendidikan yang mengacu pada nilai Ketuhanan, Kemanusian, Kesatuan, Kebijaksanaan, dan Keadilan. Dengan demikian, sosialisasi untuk program pendidikan wayang melalui pertunjukan dapat terlaksana, dan telah tersedianya kurikulum serta medianya. Kegiatan ini, dapat dijadikan sebagai wahana untuk pengembangan apresiasi seni pewayangan secara nasional yang berbasis pada budaya sendiri dan dapat dijadikan sebagai materi pendidikan moral bangsa Indonesia secara komprehenship.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: wayang, perspektif Pendidikan Nasional
Subjects: Pedalangan
Divisions: Repository ISI Yogyakarta
Depositing User: sugeng SW wahyuntini
Date Deposited: 21 Apr 2020 08:22
Last Modified: 21 Apr 2020 08:22
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/5959

Actions (login required)

View Item View Item