Garap Ricikan Gender Barung Gending Bangun Sore Laras Pelog Pathet Barang Kendhangan Sarayuda

Eko Sudarmanto, Muhammad (2022) Garap Ricikan Gender Barung Gending Bangun Sore Laras Pelog Pathet Barang Kendhangan Sarayuda. Skripsi thesis, ISI Yogyakarta.

[img] Text
Muhammad Eko Sudarmanto_2022_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
Muhammad Eko Sudarmanto_2022_BAB I.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Eko Sudarmanto_2022_BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Eko Sudarmanto_2022_NASKAH PUBLIKASI.pdf

Download (936kB)
[img] Image
IMG-20220609-WA0013.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (287kB) | Request a copy
[img] Text
watch_v=azPz1JicFHk&feature=youtu.be
Restricted to Repository staff only

Download (576kB) | Request a copy
[img] Text
Muhammad Eko Sudarmanto_2022_PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (167kB) | Request a copy
Official URL: https://youtu.be/azPz1JicFHk

Abstract

Penyajian Tugas Akhir dengan judul “Garap Ricikan Gender Barung Gending Bangun Sore Laras Pelog Pathet Barang Kendhangan Sarayuda” memiliki permasalaham di dalamnya. Penelitian ini berisi tafsir garap gender barung yang menjadi ricikan utama dalam proses penggarapannya. Gender barung memiliki peran yang signifikan dalam sajian karawitan dengan garap irihan, yaitu sebagai pemangku lagu yang dibuat oleh ricikan rebab. Pembahasan yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah Gending Bangun Sore Laras Pelog Pathet Barang Kendhangan Sarayuda gaya Yogyakarta dengan garap soran, yang nantinya dalam penyajian ini penulis menggarap dengan garap lirihan, sehingga akan ditemukan permasalahan pada proses penggarapannya. Pada garap lirihan Gending Bangun Sore laras pelog pathet barang merupakan gending yang bisa digarap menjadi gending pothok atau pamijen. Dengan syarat pada bagian lamba, dados, dan dhawah letak seleh balungannya sama persis. Selain itu pada bagian dhawah bisa disajikan menggunakan kendhang ciblon, atau dengan garap dhawah ladrang yang diberi gerongan kinanthi wetah. Perubahan garap soran menjadi garap lirihan tidak terlepas dengan tafsir ambah-ambahan, tafsir pathet dan tafsir cengkok gender. Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh manfaat diantaranya, yaitu sebgai wujud apresiasi dalam melestarikan dan mendokumentasikan gending-gending khususnya gaya Yogyakarta dan menambah referensi garap yang berfokus pada ricikan gender. Kata kunci: Gending, Garap, Gender, Bangun Sore, Gending Pothok

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Eko Sudarmanto, Muhammadnim1510571012
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorWidodo, Teguhnidn0008085807
ContributorWijayanto, Bayunidn0001057606
Department: KODEPRODI91211#SENI KARAWITAN
Uncontrolled Keywords: Gending, Garap, Gender, Bangun Sore, Gending Pothok
Subjects: Karawitan
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Karawitan
Depositing User: Muhammad Eko Sudarmanto
Date Deposited: 25 Aug 2022 00:44
Last Modified: 25 Aug 2022 00:50
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/12218

Actions (login required)

View Item View Item