Konsep Rwa Bhineda Pada Seni Kriya di Bali : Studi Kasus Ukiran Kayu Karya I Ketut Tulak

Ketut Sunarya, I (2002) Konsep Rwa Bhineda Pada Seni Kriya di Bali : Studi Kasus Ukiran Kayu Karya I Ketut Tulak. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bab I.pdf

Download (13MB)
[img] Text
Bab VII.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (91MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.isi.ac.id/

Abstract

Tesis ini menguraikan rwa bhineda sebagai konsep cipta karya kriya I Ketut Tulak, disamping itu juga menguraikan prinsip penciptaan bentuknya, seperti medium, teknik, dan elemen motif. Rwa bhineda merupakan ajaran Hindu Bali tentang metoda keseimbangan hidup yang antagonistik sifat buruk-baik. Orang Bali menyakininya sebagai pandangan hid up yang tercermin dalam aktivitasnya sehari-hari, termasuk aktifitas penciptaan karya kriya. Dua buah kriya togog (trimatra) I Ketut Tulak yang beIjudul Bima Mencari Tirta Kamandalu atau Tirta Pawitra dan Hanuman Duta diakuinya sebagai representasi nva bhineda. Tulak memilih medium kayu suar untuk merepresentasikan ide dan gagasan karena karakter seratnya menarik, berdiameter besar, lunak dan mudah diukir. Dengan memahami karakter bahan, Tulak menggubah tema Bali yang tradisional menjadi karya modern yang dinamis namun bernuansa klasik. Beberapa karya togog yang diselesaikan dengan ukiran halus namun menampilkan karakter galak, berwibawa, lincah, diujudkan meringis, memelas dan beringas merupakan gambaran implementasi rwa bhineda yang antagonistik: sebagai sifat halus - kasamya jiwa manusia. Teknik Ukir yang diselesaikan dengan halus melambangkan ketenangan hidup, sedangkan karakter bentuk beringas merupakan visualisasi sifat kasar. Antagonisme halus- kasar ini selanjutnya menjadi pilihan falasafah penciptaan kriya Tulak. Sedangkan ketajaman pahat yang membekas rumit pada karyanya merupakan gambaran sifat I Ketut Tulak tentang ketajaman visi. Teknik tersebut juga dapat digunakan untuk menunjukkan kepakarannya mengukir yang penuh pertimbangan artistik dan menjunjung tradisi Bali. Akhimya, Tulak berharap bahwa karya-karyanya dapat mempunyai fungsi personal maupun sosial. Fungsi ' personal suatu karya seni sebagai ungkapan jiwanya; sedangkan fungsi sosial adalah tanggungjawabnya menjadi teladan generasi penerus. Berangkat dari karakter seniman dapat disimpulkan bahwa I Ketut Tulak bisa dikategorikan seniman Bali yang konsisten dengan adat Bali karena ajaran tattwa Hindu Bali. Berangkat dari ketakwaannyadengan adat Bali Tulak mampu menciptakan jati diri dengan konsep cipta seni Cipta Puput Ring Hidep

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK
Ketut Sunarya, Inim
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorGustami, SPUNSPECIFIED
ContributorMade Bandem, IUNSPECIFIED
Department: KODEPRODI91101#SENI
Uncontrolled Keywords: ukie kayu, konsep Rwa Bhineda, seni kriya
Subjects: Kriya > Kriya Kayu
Divisions: Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Kayu
Depositing User: sugeng SW wahyuntini
Date Deposited: 27 Aug 2025 02:29
Last Modified: 29 Aug 2025 06:51
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/21781

Actions (login required)

View Item View Item