Hasanah, Husnul (2025) Broken Home dalam Karya Keramik. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Husnul Hasanah_2025_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
Husnul Hasanah_2025_BAB 1.pdf Download (5MB) | Preview |
|
|
Text
Husnul Hasanah_2025_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
||
|
Text
Husnul Hasanah_2025_Penutup.pdf Download (5MB) | Preview |
|
|
Text
Husnul Hasanah_2025_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (242kB) | Request a copy |
Abstract
Ketidakharmonisan hubungan keluarga dapat menyebabkan perpisahan atau perceraian. Sementara itu sebutan bagi keluarga yang tidak lagi utuh disebut broken home. Kondisi keluarga yang tidak utuh ini dapat menyebabkan kurangnya kasih sayang, perhatian orang tua yang kurang, komunikasi antar anggota keluarga makin berkurang dan perubahan peran orang tua. Penulis tertarik mengangkat topik broken home ini karena berkaitan dengan pengalaman penulis pribadi sebagai bentuk komunikasi melalui karya. Melalui karya keramik dapat menjadi terapi dalam solusi dari masalah-masalah dalam kehidupan melalui simbol-simbol. Ketika dapat mewujudkan ide melalui karya, perasaan penulis lebih lega karena menjadi sebuah akhir dari masalah, maka keramik dapat menjadi sebuah terapi. Broken home divisualisasikan dalam karya keramik melalui proses analisis dan proses berfikir kreatif. Pengolahan konsep menggunakan metode Fenomenologi Edmund Husserl yakni bracketing, analisis fenomena, dan menelaah esensi fenomena. Selanjutnya dikembangkan pada proses kreatif Graham Wallas dalam empat tahap. Tahap berpikir kreatif dimulai dari preparation, incubation, illumination dan verification. Metode ini membantu dalam proses pengolahan sketsa yang dilakukan tahapan brainstorming untuk menentukan simbol dan ide visual. Karya keramik yang bersumber dari tema broken home ini divisualisasikan dengan figur bayi, siput, cangkang berduri, simbol kupu-kupu, retakan cangkang, ekspresi sedih, simbol api, kekeringan dan jamur. Teknik pembuatan karya ini meliputi teknik pinch atau pijit, teknik slab atau lempeng dan teknik cetak tekan. Serta teknik pewarnaan menggunakan engobe dan finishing gelasir transparan. Hasil dari proses brainstorming hingga perwujudan tersebut menghasilkan karya keramik ekspresif dan terkonsep. Karya ini memuat bentuk dua dimensi dan tiga dimensi yang berjumlah delapan buah karya ekspresif dengan judul: What is it?, I Think it’s Broke, Let’s Just Hide it, Can’t be United, Drought, Can We?, Take Your Path, It’s Gonna Be Just Fine. Karya ini diciptakan bukan hanya sebagai media penyalur perasaan penulis saja, tetapi diharapkan dengan adanya karya ini dapat menjadi pengingat sekaligus teguran bahwa keluarga membawa dampak terbesar bagi perkembangan anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90617#KRIYA | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Broken home, Fenomenologi, Keramik | |||||||||
| Subjects: | Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Depositing User: | Husnul Hasanah | |||||||||
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 08:48 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 04:28 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22264 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
