Ridho, Awang (2025) Eksplorasi Glasir Crystalline Dalam Karya Keramik. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Awang Ridho_2025_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
||
|
Text
Awang Ridho_2025_BAB I.pdf Download (7MB) | Preview |
|
|
Text
Awang Ridho_2025_BAB PENUTUP.pdf Download (7MB) | Preview |
|
|
Text
Awang Ridho_2025_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
||
|
Text
Awang Ridho_2025_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (444kB) | Request a copy |
Abstract
Glasir kristal merupakan teknik pembakaran glasir yang terbentuk melalui interaksi komposisi kimia yang kaya zinc oxide (ZnO) dengan pengendalian suhu tungku yang sangat terkontrol, terutama pada fase pendinginan. Proses yang kompleks ini menghasilkan pola kristal yang unik, tidak terduplikasi, serta memiliki kualitas visual yang tinggi. Keunikan tersebut menjadikan glasir kristal semakin diapresiasi dalam praktik seni keramik kontemporer. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Practice-Based Research, meliputi perumusan formula glasir, pembuatan test pieces, dan penerapan pada karya keramik teknik putar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi dan pengaturan jadwal pembakaran berpengaruh langsung terhadap bentuk, ukuran, dan distribusi kristal. Melalui studi ini, diharapkan pemahaman mengenai aspek teknis dan estetis glasir kristal semakin berkembang dan memberikan kontribusi bagi praktik penciptaan seni keramik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan kristal sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara kandungan zinc oxide (ZnO), silika, serta jenis flux yang digunakan, dikombinasikan dengan kontrol suhu puncak dan durasi tahan pada fase pendinginan. Variasi kecil pada komposisi glasir maupun jadwal pembakaran menghasilkan perbedaan signifikan pada ukuran, kepadatan, dan orientasi kristal di permukaan karya. Kristal berukuran besar cenderung terbentuk pada glasir dengan kadar ZnO tinggi dan waktu tahan pendinginan yang lebih panjang, sementara kristal berukuran halus dan rapat muncul pada jadwal pendinginan yang lebih cepat. Secara estetis, hasil tersebut memperlihatkan bahwa glasir kristal tidak hanya berfungsi sebagai lapisan dekoratif, tetapi juga menjadi medium ekspresi visual yang merepresentasikan hubungan antara kendali teknis, ketidakpastian material, dan intuisi artistik dalam praktik seni keramik kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90211#KRIYA | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Glasir Kristal, Zinc Oxide, Seni Keramik, Practice-Based Research. | |||||||||
| Subjects: | Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Depositing User: | Awang Ridho | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 01:46 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 01:46 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
