Islam, Obidient (2026) Komposisi “Transisi” Sebagai Representasi Musikal Isu Krisis Identitas Akibat Bonus Demografi Pada Generasi Muda. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Obidient Islam_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
||
|
Text
Obidient Islam_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (375kB) | Preview |
|
|
Image
Obidient Islam_2026_LAMPIRAN 1.jpeg Restricted to Repository staff only Download (166kB) | Request a copy |
||
|
Text
Obidient Islam_2026_LAMPIRAN 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (26MB) | Request a copy |
||
|
Text
Obidient Islam_2026_Form Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (161kB) | Request a copy |
||
|
Video
view_usp=share_link Restricted to Repository staff only Download (112kB) | Request a copy |
||
|
Text
Obidient Islam_2026_BAB I.pdf Download (7MB) | Preview |
Abstract
Karya seni musik Transisi merupakan komposisi yang merepresentasikan isu krisis identitas pada generasi muda sebagai dampak dari bonus demografi di Indonesia. Bonus demografi menghadirkan peluang sekaligus tekanan sosial yang memengaruhi kondisi psikologis, arah hidup, dan pembentukan identitas generasi muda. Karya ini bertujuan menghadirkan refleksi musikal atas fenomena tersebut melalui pendekatan penciptaan berbasis riset (practice-based research) dalam kerangka etnomusikologi terapan. Landasan teori yang digunakan meliputi pemikiran Gregory Young dan Steven Roens mengenai proses komposisi musik yang menekankan pengembangan ide musikal secara kontekstual dan ekspresif, serta teori struktur dan bentuk musik dari Leon Stein sebagai kerangka penyusunan komposisi. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan eksplorasi ide, eksperimen bunyi, perancangan struktur, proses latihan, hingga pertunjukan karya. Komposisi “Transisi” disusun dalam bentuk berkesinambungan dengan empat bagian utama dan sebelas chapter, menggunakan perpaduan instrumen tradisional dan modern. Instrumen yang digunakan meliputi saron, slenthem, gender, kethuk, kenong, kempul, gong, bonang barung, bonang penerus, kendang Sunda, suling Bali, empat biola, dua viola, cello, flute, piccolo, gitar elektrik, bass elektrik, drumset, dan keyboard/synthesizer. Perpaduan tersebut menciptakan ketegangan musikal sebagai metafora konflik identitas dan dinamika sosial generasi muda. Hasil karya menunjukkan bahwa musik dapat berfungsi sebagai medium refleksi sosial yang efektif, sekaligus sebagai ruang ekspresi dan dialog mengenai krisis identitas di tengah perubahan sosial yang cepat. Kata kunci: komposisi musik; bonus demografi; krisis identitas; etnomusikologi terapan; penciptaan berbasis riset.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | komposisi musik; bonus demografi; krisis identitas; etnomusikologi terapan; penciptaan berbasis riset. | |||||||||
| Subjects: | Etnomusikologi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi | |||||||||
| Depositing User: | Obidient Islam | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:09 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:09 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22505 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
