Destihanda Pradhiska, Ovallino (2025) Analisis Makna Konotasi Theo Van Leeuwen Pada Tipografi Gerobak Siomay Dan Batagor Di Kotamadya Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Ovallino Destihanda Pradhiska_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) |
||
|
Text
Ovallino Destihanda Pradhiska_2026_BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Ovallino Destihanda Pradhiska_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (401kB) | Preview |
|
|
Text
Ovallino Destihanda Pradhiska_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (283kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna konotatif tipografi pada identitas visual gerobak siomay dan batagor di Kecamatan Mantrijeron, Kotamadya Yogyakarta, dengan menggunakan teori semiotika tipografi Theo van Leeuwen sebagai kerangka analisis utama. Tipografi dalam konteks ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai tanda visual yang merepresentasikan karakter dan citra usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika, yang mengintegrasikan teori semiotika tipografi Theo van Leeuwen dan teori semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi serta menafsirkan makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam elemen tipografi. Analisis difokuskan pada delapan fitur khas tipografi menurut Theo van Leeuwen, yaitu weight, expansion, slope, curvature, connectivity, orientation, regularity, dan non-distinctive features, yang didukung oleh kajian aspek warna, keterbacaan (legibility dan readability), serta nilai estetika yang meliputi wujud dan penampilan. Objek penelitian terdiri dari lima gerobak siomay dan batagor yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap tipografi pada gerobak memiliki makna konotatif yang mencerminkan karakter penjual maupun citra produk, seperti kesan kuat, akrab, ramah, percaya diri, hingga menggugah selera. Penggunaan warna-warna cerah seperti merah dan kuning berfungsi untuk menarik perhatian dan menandakan semangat serta kehangatan. Selain itu, aspek keterbacaan dan penataan huruf turut mempengaruhi persepsi konsumen terhadap profesionalitas dan identitas usaha. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa tipografi pada gerobak siomay dan batagor tidak hanya memiliki fungsi informatif, tetapi juga komunikatif dan simbolik, membentuk identitas visual yang berperan dalam menarik perhatian serta menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan studi desain komunikasi visual, khususnya dalam penerapan analisis semiotika tipografi pada objek desain lokal dan budaya visual masyarakat urban.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90241#DESAINKOMUNIKASIVISUAL | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | semiotika tipografi, Theo van Leeuwen, identitas visual, gerobak siomay dan batagor, desain komunikasi visual. | |||||||||
| Subjects: | Dokumentasi Lain | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Disain > Disain Komunikasi Visual | |||||||||
| Depositing User: | Ovallino Destihanda Pradhiska | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 01:07 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Jan 2026 01:07 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22909 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
