Ode Karlan, La (2011) Makna Pertunjukan Lagu Maaludhu Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Kulisusu-Buton Utara-Sulawesi Tenggara. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
la ode karlan 2011 FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (14MB) |
|
|
Text
la ode karlan 2011 BAB 1.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
la ode karlan 2011 BAB 5.pdf Download (567kB) |
Abstract
Lagu Maaludhu merupakan salah satu musik tradisional yang terdapat dalam masyarakat Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Musik ini disajikan dalam berbagai upacara tradisional setempat, baik yang bersifat sakral maupun sekuler, misalnya peambo, pekoiri, festival, serta upacara pernikahan. Asumsi yang muncul ialah bahwa Lagu Maaludhu memiliki makna atau signifikansi dalam upacara-upacara tersebut. Pertanyaan utama yang muncul ialah apa makna Lagu Maaludhu dalam konteks pernikahan adat kulisusu. Permasalahan ini didekati secara interdisiplin, dengan menggunakan pendekatan antropologi-hermeneutik dan etnomusikologis, serta mendasarkan analisis pada teori makna menurut hermeneutika- Gadamerian dan intensionalisme. Pernikahan adat Kulisusu setidaknya terdiri dari tiga tahap, yakni pra-pernikahan, pernikahan, dan pasca-pernikahan. Masingmasing tahap ini selanjutnya juga memiliki sejumlah sub-tahapan. Lagu Maaludhu disajikan pada saat mo’ato dan mo’ia, tahapan paling kritis dari rangkaian pernikahan, yang diadakan semalam sebelum akad-nikah, yang merupakan tahap liminal atau ritus pemisahan. Pada malam tersebut, sang calon pengantin pria duduk, di hadapan sekitar tiga orang atau lebih pemain lagu maaludhu, mulai jam 20.00 hingga subuh, yakni sekitar pukul 05.00. Lirik-lirik Lagu Maaludhu yang dibawakan antara memuat ajaran Islam, riwayat Nabi Muhammad, serta pesan-pesan moral. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Lagu Maaludhu yang dihadirkan dalam upacara pernikahan adat Kulisusu memiliki makna sebagai berikut: (1) memberikan bekal kepada calon pengantin pria tentang kewajibannya sebagai seorang suami kelak, (2) sebagai doa kepada Tuhan, memohon keselamatan rejeki, dan segala kebaikan, dan (3) sebagai wahana untuk menegakkan syariat Islam. Makna-makna ini tidak hadir begitu saja, melainkan merupakan interpretasi masyarakat Kulisusu terhadap tradisi mereka. Selain itu, makna Lagu Maaludhu dalam konteks pernikahan adat Kulisusu ini juga tidak terlepas fungsinya, yakni (1) sebagai bentuk penyesuaian terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, (2) mengesahkan lembaga sosial dan ritual religius, (3) menunjang stabilitas kebudayaan Kulisusu, dan (4) memperkuat integrasi masyarakat setempat.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Department: | KODEPRODI91101#PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Lagu Maaludhu, pernikahan adat Kulisusu, makna | ||||||
| Subjects: | Penciptaan dan pengkajian seni Seni Musik |
||||||
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni | ||||||
| Depositing User: | Galih Nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 04:10 | ||||||
| Last Modified: | 12 Feb 2026 04:10 | ||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
