Setiaji, Aswar (2026) Owah Gingsir: Ritual Adat Cupu Panjala Dalam Komposisi Karawitan Berbasis Dinamika Suasana. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Aswar Setiaji_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Aswar Setiaji_2026_BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Aswar Setiaji_2026_BAB V.pdf Download (647kB) |
|
|
Video
Aswar Setiaji_2026_LAMPIRAN.mp4 Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
watch_si=wmEV8XgYjy7Cn114&v=dba85Y551ns&feature=youtu.be Restricted to Repository staff only Download (932kB) | Request a copy |
|
|
Text
Aswar Setiaji_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (229kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari pengalaman empiris penulis saat menyaksikan dan mengamati langsung ritual adat Cupu Panjala yang diselenggarakan pada tanggal 29 September 2025 di Girisekar, Panggang, Gunungkidul. Prosesi ritual tersebut menghadirkan impresi rasa yang kontras dan dinamis mulai dari suasana sakral, tenteram, khidmat, bungah, hingga ketegangan yang memuncak. Kontrasnya impresi rasa tersebut yang memicu keresahan kreatif penulis untuk mewujudkannya ke dalam sebuah komposisi karawitan berbasis dinamika suasana. Melalui penelitian ini, penulis bertujuan membedah proses penciptaan karya sekaligus mewujudkan impresi rasa dan makna ritual Cupu Panjala ke dalam komposisi karawitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan metode penciptaan practice as research throught performance. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, daftar pustaka, dan diskografi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Rasa in Javanese Musical Aesthetics oleh Benamou yang meninjau hubungan rasa dengan melodi, waktu, dinamika, timbre, ornamentasi, dan vokal serta teori Konsep Garap dari Supanggah yang difokuskan pada unsur prabot garap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara pemilihan ricikan, struktur komposisi, dan unsur musikal menjadi kunci utama dalam mewujudkan impresi rasa ke dalam komposisi karawitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa impresi rasa dan makna ritual adat Cupu Panjala dapat diwujudkan secara utuh dalam komposisi karawitan yang berjudul Owah Gingsir melalui pertimbangan unsur musikal, yaitu melodi, pola, irama, laya, timbre, ornamentasi, vokal, serta dinamika
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91211#Karawitan | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Cupu Panjala, impresi rasa, komposisi karawitan | |||||||||
| Subjects: | Karawitan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Karawitan | |||||||||
| Depositing User: | Aswar Setiaji | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 03:33 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Jun 2026 03:33 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23288 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
