Angel Santoso, Pretty (2026) Proses Kreatif Tari Emprak Gitomaron Karya Dimas Pramuka Admaji. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Pretty Angel Santoso_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
Pretty Angel Santoso_2026_BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Pretty Angel Santoso_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (409kB) |
|
|
Text
Pretty Angel Santoso_2026_SURAT PERSETUJUAN_PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (484kB) | Request a copy |
Abstract
Seni budaya tradisional merupakan warisan turun-temurun yang memiliki fungsi sebagai hiburan, ritual, dan sumber mata pencaharian masyarakat. Salah satu kesenian rakyat yang berkembang di Blitar adalah kesenian Emprak, yaitu pertunjukan rakyat yang memadukan unsur Tayub dan gending Jaranan. Namun, kesenian ini mengalami kemunduran sejak tahun 1965 akibat faktor politik, modernisasi, dan minimnya regenerasi pelaku seni. Kondisi tersebut melatarbelakangi terciptanya Tari Emprak Gitomaron sebagai tari kreasi baru yang tetap berakar pada tradisi lokal sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya di Blitar. Tari Emprak Gitomaron merupakan karya tari ciptaan Dimas Pramuka Admaji yang berbentuk tari tunggal, namun juga dapat disajikan secara berkelompok. Tari ini berdurasi kurang lebih enam menit dan menggunakan sampur sebagai properti utama. Dalam penyajiannya, Tari Emprak Gitomaron diiringi gending Jaranan, Sentrok, Srampat, dan Jaranan Isen-Isen yang menjadi dasar pembagian struktur tari. Bagian A atau awal menggunakan gending Jaranan, Bagian B atau isi menggunakan gending Sentrok, Bagian C atau isi menggunakan gending Srampat, dan Bagian D atau akhir menggunakan gending Jaranan Isen-Isen. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa iringan memiliki peran penting dalam membangun struktur dan dinamika penyajian Tari Emprak Gitomaron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Tari Emprak Gitomaron dapat dipahami melalui teori kreativitas Mel Rhodes yang mencakup aspek person, press, process, dan product. Aspek process dianalisis menggunakan metode konstruksi Jacqueline Smith yang meliputi rangsang kinestetis, eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Proses tersebut menghasilkan Tari Emprak Gitomaron sebagai karya yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga nilai budaya sebagai upaya pelestarian kesenian Emprak yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Proses kreatif, Tari Emprak Gitomaron, Pelestarian Budaya | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | pretty angel santoso | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 03:53 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 03:53 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23358 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
