Gemilang Kasih Purba, Cantik (2026) Fenomena Viral Pacu Jalur "Aura Farming" Rayyan Arkan Dhika. Skripsi thesis, ISI Yogyakarta.
|
Text
Bab Kesimpulan.pdf Download (865kB) |
|
|
Text
Lembar Persetujuan Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) | Request a copy |
|
|
Text
Fenomena Viral Pacu Jalur Aura Farming Rayyan Arkan Dhika.pdf Download (29MB) |
|
|
Text
Bab Pendahuluan.pdf Download (2MB) |
Abstract
Pacu Jalur merupakan tradisi perlombaan yang cukup dikenal di wilayah Kuantan Singingi, setiap Pacu Jalur memiliki Anak Pacunya masing-masing salah satunya adalah Togak Luan. Togak Luan memiliki peran untuk memberikan komunikasi nonverbal untuk para tim Jalurnya. Namun, fenomena ini menjadi viral ketika kehadiran Togak Luan bernama Rayyan Arkan Dhika menciptakan sebuah gerak sederhana yang akhirnya di konsumsi secara massal. Selain itu, peristiwa ini juga didukung dengan musik yang dipadukan oleh partisipasi aktif publik di media sosial. Fenomena ini pun menciptakan fenomena viral yang dimaknai sebagai “aura farming” oleh publik semenjak kehadiran Rayyan Arkan Dhika. Penelitian ini akan menganalisis bagian dari kualitas gerak Rayyan Arkan Dhika yang dipadukan dengan musik Young Black and Rich dan dinamika distribusi, reproduksi dan interpretasi sosial media yang berperan dalam menyebarkan fenomena tersebut hingga dikenal luas melalui istilah “aura farming”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan berupa metode netnografi untuk menggumpulkan hasil data melalui lapangan secara online. Teknik penggumpulan data berupa observasi tidak langsung, wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi berupa tangkapan layar. Teori penelitian ini menggunakan teori Budaya Populer oleh Herbert J. Gans tentang taste culture dan taste publics sebagai landasan utama dan didukung menggunakan teori nonverbal communication oleh Judith Lynne Hanna untuk menjelaskan bagian bahasa tubuh Togak Luan serta teori Laban Movement Analysis (LMA) untuk memahami kualitas gerak Rayyan Arkan Dhika dan aksen gerak yang telah di reproduksi oleh publik. Hasil penelitian menunjukkan, representasi yang dibawakan oleh Rayyan Arkan Dhika mengakibatkan pergeseran prespektif Togak Luan yang berfungsi untuk memberikan komunikasi nonverbal, kini publik melihatnya dari aspek performatifnya dibandingkan dengan fungsi awalnya. Kualitas gerak dan musik memperlihatkan kesamaan selera budaya publik terhadap gerak Rayyan Arkan Dhika sehingga dalam faktor distribusi, reproduksi dan interpretasi media sosial memperlihatkan bagaimana publik mengonsumsi hingga menciptakan unsur gerak baru yang diciptakan oleh publik itu sendiri. Kesamaan selera budaya ini, mendorong publik menafsirkan fenomena tersebut menjadi “aura farming”
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Taste Culture, Taste Publics, Aura Farming, Pacu Jalur. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | Cantik Gemilang Kasih Purba | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:52 | |||||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 07:29 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
