Permana Putra, Angga (2026) Anggakara Penggarapan Rasa Gendhing Pada Transformasi Kisah Nyai Wisangsanjaya. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Angga Permana Putra_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text
Angga Permana Putra_2026_BAB I.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
Angga Permana Putra_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (7MB) |
|
|
Image
Angga Permana Putra_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text
Angga Permana Putra_2026_PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (77kB) | Request a copy |
|
|
Video
watch_si=1SI9EpfsRsPnrWxR&v=AbQezskWUOo&feature=youtu.be Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang rasa gendhing pada transformasi kisah Nyai Wisangsanjaya. Nyai Wisangsanjaya merupakan tokoh dalam tradisi lisan masyarakat Desa Gedangrejo yang dipercaya sebagai prajurit wanita Keraton Majapahit pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V. Runtuhnya Keraton Majapahit pada tahun 1478 akibat peperangan dengan Keraton Demak mendorong Nyai Wisangsanjaya melarikan diri dan akhirnya menetap di Desa Gedangrejo. Kisah perjalanan hidupnya yang sarat dengan dinamika emosional menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya komposisi karawitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana rasa gendhing dapat digunakan sebagai dasar dalam penggarapan komposisi karawitan yang metransformasikan perjalanan hidup Nyai Wisangsanjaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif, melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan rasa dalam komposisi karawitan dipengaruhi oleh unsur-unsur musikal seperti laras, pathet, irama, laya, nada, dinamika, timbre, ornamentasi, teknik, dan penggunaan ricikan gamelan. Rasa gendhing yang dihadirkan dalam karya ini meliputi berbagai karakter seperti sedih (tlutur), gagah (regu), gembira (sigrak), dan marah (sereng), yang disusun sesuai dengan alur perjalanan tokoh. Rasa gendhing memiliki peran penting dalam membangun ekspresi musikal dalam komposisi karawitan. Melalui pengolahan rasa gendhing dan unsur-unsur musikal yang tepat, karya komposisi karawitan tentang Nyai Wisangsanjaya dapat terbentuk sesuai dengan kisah ceritanya. Kata kunci: nyai wisangsanjaya, rasa gendhing, transformasi, alur dinamika
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91211#KARAWITAN | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | nyai wisangsanjaya, rasa gendhing, transformasi, alur dinamika | |||||||||
| Subjects: | Karawitan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Karawitan | |||||||||
| Depositing User: | ANGGA PERMANA PUTRA | |||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 02:36 | |||||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 02:36 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23382 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
