Sifa Wardani, Lailli (2026) Estetika Tari Nandak Ganjen Karya Entong Sukirman. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
LAILLI SIFA WARDANI_2026_FULL TEKS.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
LAILLI SIFA WARDANI_2026_BAB 1.pdf.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
LAILLI SIFA WARDANI_2026_BAB PENUTUP.pdf.pdf Download (344kB) |
|
|
Image
LAILLI SIFA WARDANI_2026_LAMPIRAN.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (494kB) | Request a copy |
|
|
Text
LAILLI SIFA WARDANI_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi berjudul “Estetika Tari Nandak Ganjen Karya Entong Sukirman” bertujuan menganalisis nilai estetika yang terkandung dalam Tari Nandak Ganjen sebagai salah satu tari kreasi Betawi. Penelitian ini menggunakan teori estetika Susanne K. Langer yang memandang seni sebagai bentuk simbolik yang mampu mengekspresikan pengalaman perasaan manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi pertunjukan secara daring, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada unsur-unsur gerak, ekspresi, musik, kostum, serta bentuk penyajian yang membangun keindahan dan makna budaya dalam tari tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Nandak Ganjen merupakan bentuk simbolik yang merepresentasikan karakter perempuan Betawi yang ceria, lincah, ramah, komunikatif, dan percaya diri. Karakter tersebut diwujudkan melalui gerak yang ringan, ritmis, dinamis, serta ekspresi wajah yang hidup dan komunikatif. Keindahan tari tidak hanya terletak pada bentuk geraknya, tetapi juga pada kemampuannya menyampaikan suasana emosional dan identitas budaya Betawi kepada penonton. Selain itu, unsur musik gambang kromong, kostum kebaya encim, dan penggunaan selendang turut memperkuat karakter serta nilai estetis pertunjukan. Berdasarkan perspektif Susanne K. Langer, Tari Nandak Ganjen memperlihatkan konsep virtual power melalui energi dan dinamika yang tercipta dari kesatuan gerak, musik, dan ekspresi penari sehingga menghadirkan pengalaman estetis bagi penonton. Sebagai art of time (seni waktu), keindahan tari dibangun melalui rangkaian gerak, ritme, dan tempo yang berlangsung secara berkesinambungan selama pertunjukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep “ganjen” dalam tari tersebut tidak dimaknai secara negatif, melainkan sebagai simbol keceriaan, keramahan, keluwesan, dan daya tarik sosial perempuan Betawi yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Estetika Tari, Tari Nandak Ganjen, Tari Betawi. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | LAILLI SIFA WARDANI | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:26 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 07:26 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23419 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
