Fitri Utami, Triana (2026) "Luka Laku Liku". Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Skripsi Karya Tari Triana Fitri Utami.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
SKRIPSI KARYA TARI_ BAB I.pdf Download (976kB) |
|
|
Text
TRIANA FITRI UTAMI_2026_BAB IV.pdf Download (590kB) |
|
|
Text
Triana Fitri Utami_2026_ PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI .pdf Download (593kB) |
Abstract
Karya tari “Luka Laku Liku” menggambarkan perjalanan emosional seorang perempuan yang mengalami kekerasan emosional dan keterkungkungan dalam hubungan tidak sehat. Karya ini merepresentasikan trauma, mati rasa, dan kehilangan kebebasan diri akibat kontrol emosional yang berkepanjangan. Eksplorasi gerak dan penggunaan ruang menunjukkan perubahan dari tubuh yang tertahan menuju kebebasan dan penerimaan diri. Karya ini juga merefleksikan realitas sosial tentang hubungan yang tidak setara serta dampaknya terhadap identitas perempuan. Pada akhirnya, “Luka Laku Liku” menghadirkan pesan tentang pemulihan, harapan, dan keberanian untuk kembali menemukan diri secara utuh. Karya tari “Luka Laku Liku” berangkat dari pemikiran bahwa tari merupakan media ekspresi dan refleksi pengalaman hidup manusia melalui gerak tubuh. Karya ini mengangkat pengalaman empiris tentang hubungan yang penuh kekerasan emosional, keterkungkungan, dan mati rasa yang dialami seorang perempuan. Melalui bentuk dramatik, perjalanan emosional tersebut divisualisasikan dengan gerak, musik, tata cahaya, dan properti simbolik seperti bunga dan kain merah. Tema karya menggambarkan luka batin, proses bertahan, kesadaran diri, hingga harapan untuk pulih dan menemukan kebebasan emosional. Konsep garap tari diwujudkan melalui variasi gerak yang berubah dari lembut, tertahan, hingga dinamis sesuai perkembangan emosi tokoh. Secara keseluruhan, karya ini menjadi refleksi tentang hubungan manusia, trauma emosional, dan proses menemukan kembali nilai diri. Karya tari “Luka Laku Liku” Karya ini lahir dari pengalaman pribadi penata tari yang kemudian dikembangkan menjadi refleksi sosial tentang luka batin, keterkungkungan, hingga proses bangkit dan mencintai diri sendiri. Proses penciptaan melibatkan enam penari, musik dramatik berbasis MIDI, tata rias dan busana simbolis, serta penggunaan panggung proscenium untuk memperkuat suasana dramatik. Setting panggung menggunakan backdrop putih, efek siluet, kursi rias, dan kaca besar sebagai simbol refleksi diri dan pemulihan emosional. Seluruh unsur artistik seperti musik, pencahayaan, rambut, kostum, dan tata rias dirancang secara kolaboratif agar mendukung penyampaian makna karya secara utuh. Melalui karya ini, penata tari ingin menyampaikan bahwa proses penyembuhan diri tidak selalu mudah dan lurus, tetapi penuh jatuh bangun yang pada akhirnya membawa seseorang menuju kesadaran dan penghargaan terhadap dirinya sendiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#TARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Luka Laku Liku, luka batin, hubungan toksik | |||||||||
| Subjects: | Tari > Penciptaan Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan) | |||||||||
| Depositing User: | TRIANA FITRI UTAMI | |||||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 08:41 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 02:09 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23533 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
